Breaking News

Partai Golkar Bergolak, Kandidat Lain "Coolling Down"

Arifien Manggau


MAKASSAR, LAMELLONG.COM; -- Ada apa dengan Partai Golkar, Partai yang dikenal memiliki kader yang luar biasa sepak terjangnya dalam dunia politik.

Tahun ini, setelah tersangkanya Setya Novanto, Partai Golkar dinilai, pusat Kader korupsi. Ditetapkannya Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Setya Novanto, Senin, 17 Juli 2017 sebagai tersangka oleh KPK dan Anggota DPR RI Markus Nari. Kemarin Kamis, 20 Juli 2017 kembali menyeret Ketua DPD II Partai Golkar Takalar Baharuddin yang ditetapkan tersangka oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulbar. Tak tanggung-tanggung dalam bulan ini sudah tiga nama kader Partai Golkar ditetapkan tersangka.

Arifin Manggau menaggapi, ditetapkanya tiga kader Partai Golkar dengan kasus korupsi itu hanya persoalan personal saja, seperti yang diketahui Partai Golkar memiliki banyak kader kapabel dalam dunia politik, tentu kita tidak bisa berkesimpulan, semua kader Partai Golkar melakukan tindak pidana korupsi.

"Golkar memiliki kredibel kepartaian yang sungguh luar biasa, bahkan banyak melahirkan kader-kader yang kapabel dalam dunia politik," unhkap Arifin Manggau, Sabtu (21/7/17)

"Kalaupun beberapa kader Partai Golkar yang tertangkap sebagai koruptor, saya pikir itu hanya persoalan personal saja, lebih banyak kok kader Partai Golkar yang bukan koruptor, itu berarti hanya persoalan person yang tidak bisa kontrol diri dan kebetulan kader Partai Golkar," tambahnya.

Ditanya soal dampak terhadap pilgub susel dengan gejolak ini, Arifin menanggapi, kalau soal itu tentu berpengaruh. Padahal, nilai Arifin, beberapa kandindat bakal calon Gubernur Sulsel berkesempatan memiliki kendaraan politik setalah Nurdin Halid (NH) ditunjuk sebagai PLT Partai Golkar.

"Persoalan berpengaruh di pilgub, pastilah, pasti beberapa kandidat pilgub menunggu NH untuk menjadi PLT Partai Golkar, dan ketika NH menjadi PLT, yakinlah, selain NH mundur, juga beberapa kandidat akan menyatu di partai Golkar untuk menjadikan kendaraan politiknya menuju calon Gubernur," paparnya.

Arifin menambahkan, dengan gejolak Partai Golkar dan tersangkanya Setya Novanto (SN) isu politik terkait Pilgub 2018 mendatang coolling down.

"Saya mengindikasikan saat ini, gejolak politik pasca tersangkanya SN, isu politik tentang calon gubernur sedikit coolling down, sehingga pengamatanku berindikasikan menunggu kabar kabari atas gejolak Partai Gollkar," tutupnya.

Tidak ada komentar