Breaking News

Gerakan SoBAT Soppeng, LPM UNM Laksanakan PJKS di Kaca


Reporter : Ibnu Sultan


WATANSOPPENG, LAMELLONG.COM; -- Pelaksanaan Program Penerapan Jamban Keluarga Sehat (PJKS) di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng, diakui Penanggung Jawab Kegiatan, Dr. Ir. H. Bakhrani Rauf, MT, kalau itu dibangun memang didesign sangat spesifik.

Karena menurut Wakil Dekan (WD) 3 Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, pemukiman di daerah tersebut terletak di bibir Danau Tempe sehingga setiap musim hujan air danau meluap dan pemukiman di kelurahan Kaca tergenang air hingga di kolong rumah. Kondisi ini, katanya, perlu Penerapan Jamban Keluarga Sehat (PJKS) yang aman terhadap luapan banjir.

Dikatakan, pihaknya telah menyiapkan design khusus dengan lantai closet dan letak septictank lebih tinggi dari air banjir maksimal, ujar Dr. Bakhrani saat menyaksikan pembuatan PJKS di salah satu halaman rumah Kepala Keluarga (KK) di kelurahan setempat, Minggu, 17 September 2017.


Ditambahkan, ini dilakukan berdasarkan amanat Rektor UNM, Prof. Dr. H. Husain Syam, MTP yang minta diseriusi kegiatan yang menyentuh untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi lanjutnya, kegiatan ini merupakan implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi Bidang Pengabdian Masyarakat. Kegiatan ini, kata dia, dilakukan melalui Program Iptek bagi Wilayah (IbW) Kemenristek Dikti atas pengajuan dari Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UNM. Dengan Gerakan SoBAT yang digalakkan Pemkab Soppeng belakangan ini, rupanya kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari Pemkab Soppeng, akunya.

Sekretaris Bappeda Soppeng, Ir. Erman Asnawi, M.Si yang memantau kegiatan tersebut, mengatakan, seharusnya, 2 tahun lalu program seperti ini sudah selesai, tetapi karena masih banyak wilayah di republik ini yang belum menyelesaikan sehingga pemerintah pusat masih memberikan dead line hingga 2 tahun ke depan, yaitu 2019. Di Soppeng saja, kata Erman berdasarkan data yang ada di institusinya masih terdapat 400O KK yang belum memiliki jamban keluarga.

Dikatakan, jika satu unit jamban keluarga membutuhkan dana Rp 3 juta, berarti Soppeng butuh Rp 12 M dalam memenuhi kebutuhan dasar ini. Menindaklanjuti program ini, Pemkab Soppeng mencanangkan Gerakan SoBAT (Soppeng Bebas Ancaman Tinja) yang dilaunching Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak pada Malam Resepsi HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 di Gedung Baruga Rujab Bupati Soppeng, 17 Agustus 2017 lalu.


Sekretaris Bappeda Soppeng ini mengatakan, Gerakan SoBAT ini ditargetkan selesai hingga 2018. Menyiasati follow up program ini, diharapkan Desa memasukkan kegiatan ini dalam penyusunan APB Desa yang sumber dananya berasal dari Dana Desa.

Dengan kondisi anggaran seperti ini, lanjut Erman, bak gayung bersambut, pihak UNM bersedia melakukan kerjasama melalui LPM UNM. Tentu pihak Pemkab Soppeng sangat merespon dan berterima kasih kepada Rektor UNM Prof. Dr. H. Husain Syam, MTP, ujar Erman.

Pembangunan PJKS di Kelurahan Kaca ini selain disaksikan oleh pihak Pemkab (Bappeda) dan pihak UNM (Penanggung Jawab Kegiatan IbW di Kecamatan Marioriawa), juga Lurah Kaca Sudarmono beserta beberapa stafnya dan masyarakat setempat.


Kegiatan UNM ini dilanjutkan dengan pembuatan Kursi dan Meja Antik dari Tangkai Bunga Enau di Kelurahan Kaca. Tampak sejumlah masyarakat antusias berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.



Tidak ada komentar