Breaking News

Peneliti Gender Australia Kuliah Umum di PPs-Unhas


Citizen Reporter

Penulis : Asmaul Husna Y

Mahasiswi PPs-Unhas Prodi Gender dan Pembangunan  


MAKASSAR, LAMELLONG.COM; -- Peneliti gender Australia Dr. Silva Larson, hadir di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar membawakan kuliah umum bertema "The Integrating Gender In Climate Change Adaptation.

Kuliah diselenggarakan Program Studi Gender dan Pembangunan Pascasarjana, Selasa (26/9/2017) di Ruang Rapat GB Sekolah Pascasarjana Unhas.

Kuliah umum ini juga dihadiri oleh Dekan Pascasarjana, Prof. Dr. Muhammad Ali, SE, MSi, Kepala Program Studi, Dr. Mardiana E Fachry, MS.

Beberapa peserta berasal dari kalangan dosen Pascasarjana, mahasiswa kebidanan dan tim Pusat Penelitian Pengembangan Kependudukan dan Gender Unhas.

Terselenggaranya kegiatan ini berkat dana hibah dari United States Agency for Internasional Development (USAID) dan Australian Center for Internasional Agriculture Research (ACIAR).

Pada presentasinya, Silva yang juga Konsultan Ekonomi ini menyampaikan beberapa poin penting terkait gender dan perubahan iklim.

Seperti adanya perubahan iklim akan berbeda di setiap wilayah, begitupun dengan efek yang ditimbulkan oleh laki-laki dan perempuan.

Perubahan iklim akan bergantung pada peran dan tanggungjawab rumah tangga atau komunitas masing-masing. 

Laki-laki dan Perempuan selayaknya memiliki kesempatan yang sama dalam menghadapi perubahan iklim.

Misalnya dalam kepemilikan lahan, pembagian tenaga kerja, pengetahuan dan keterampilan terkait perubahan iklim, pengambilan keputusan dalam pembuatan regulasi.

Namun, selama ini hal tersebut belum terlaksana sehingga menimbulkan ketidakadilan gender. Misalnya kepemilikan lahan bagi perempuan masih sangat minim sehingga efeknya akan sulit pada perempuan untuk mengambil keputusan dalam pertanian. 

Adanya kuliah umum ini akan memberi manfaat kepada peserta diskusi. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Prodi Gender dan Pembangunan, Dr. Mardiana E Fachry, MS dalam sepatah kata pembuka kegiatan.

"Untuk membuka dan menambah wawasan pengarusutamaan gender di seluruh dunia termasuk perubahan iklim dan akan memberikan solusi terhadap permasalahan dunia," harap Mardiana. 



Tidak ada komentar