Breaking News

Romahurmuziy, Setuju Film G30S/PKI Disempurnakan

Ketua Umum DPP PPP Ir. H. Romahurmuziy, MT


JAKARTA, LAMELLONG.COM; -- Pro kontra mengenai diputarnya kembali film "Penumpasan Penghianatan G30S/PKI" menjadi pembicaraan hangat di berbagai kalangan yang dapat dilihat di media sosial belakangan ini.

Rupanya, fenomena ini ditanggapi PPP melalui Ketua Umumnya, Ir. H. Muhammad Romahurmuziy.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mendukung usul pemutaran film G30S/PKI. Menurut dia, pemutaran film yang diproduksi di era Soeharto itu bisa mengingatkan masyarakat mengenai sejarah kelam yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia di masa lalu.

"Jadi, tidak perlu ada sinisme terhadap rencana pemutaran film tersebut. Kalau memang ada fakta lain yang memiliki dasar kesejarahan yang tepat, maka justru bisa disempurnakan," kata Romy dalam Keterangan teartulisnya, Selasa (19/9/2017).

Menurut dia, pihak-pihak yang selama ini menganggap ada pemutarbalikan fakta dalam film tersebut, bisa ikut menyempurnakan. Apalagi, saat ini masyarakat hidup di alam demokrasi, sehingga tidak perlu melarang pemutaran film tersebut.

"Kecuali memang secara historis dan normatif memang terlarang seperti penyebaran, penghidupan maupun diseminasi dari padaham marxisme, leninisme dan komunisme," kata dia.

Bagaimanapun, lanjut Romy, PPP tidak bisa memastikan komunisme di Indonesia sudah benar-benar mati. Apalagi, beberapa negara di dunia juga masih menganut ajaran komunisme dengan aneka modifikasinya, seperti Kuba, Korea Utara dan China.

"Namun, komunisme sudah bangkrut di banyak negara. Sehingga, agak aneh bila masih ada yang mau menghidup-hidupkan komunisme di Indonesia," tandasnya. ;

Meski demikian, Romy mengingatkan semua pihak harus mewaspadai komunisme hidup lagi dan menginstitusionalisasikan diri. Sebab, bagaimanapun, PKI sudah berkali-kali melakukan 'pemberontakan.

"Namun kita jangan terlarut dalam romantisme kesejarahan dan membawa suasana pertikaian masa lalu ke masa kini. Kalau hal itu yang dilakukan, maka kita akan sulit move on," ujarnya.

Film "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI" adalah judul film dokudrama propaganda Indonesia tahun 1984. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Arifin C Noer. Film ini diproduksi selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp 800 juta kala itu. Film ini disponsori oleh pemerintahan orde baru era Presiden Soeharto.

Presiden Jokowi sebelumnya menekankan bahwa menonton film apalagi mengenai sejarah itu penting. Tetapi untuk anak-anak milenial yang sekarang, menurut Presiden, seharusnya dibuatkan lagi film yang disesuaikan dengan gaya mereka. Dengan begitu, para anak muda ini akan dengan mudah memahami bahayanya komunisme.

“Akan lebih baik kalau ada versi yang paling baru, agar lebih kekinian, bisa masuk ke generasi-generasi milenial,” kata Presiden Jokowi usai meresmikan Jembatan Gantung Mangunsuko, di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/9/2017) siang, seperti dikutip setkab.go.id.

Presiden menilai, film tentang pengkhianatan komunias ini harus disesuaikan dengan karakter anak muda.

Berita ini sudah naik tayang di Kompas TV Rabu, 20 September 2017 pukul 05:10 WIB. (jisamsoe/usa)




Tidak ada komentar