Breaking News

Momentum HSP Rektor UNM Serukan Mahasiswa Lawan Radikalisme



Reporter : Ibnu Sultan


MAKASSAR, LAMELLONG.COM; -- Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Husain Syam, berkomentar soal hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. Menurut Husain Syam, hari Sumpah Pemuda adalah momentum melihat sudah sejauh mana pemuda menjaga keutuhan bangsa dari paham-paham yang bertentangan dengan pancasila, dan ikut serta dalam pembangunan negeri khususnya di lingkup UNM sendiri.

"Kami sering mengikrarkan kepada mahasiswa jika ada gerakan radikalisme maka kami siap melawan kelompok-kelompok itu, apalagi ingin merubah idealisme apa yang sudah dibangun para pendahulu kita, khususnya di UNM ini, jika ada yang mencoba membuat gerakan-gerakan radikalisme maka itu adalah lawan kita bersama," kata Rektor UNM ini di kampusnya di Makassar, Senin (30/10/2017).

Menurut Husain Syam,
dengan cara apa pun dan siapa pun kemudian yang menanam bibit-bibit gerakan radikalisme di Perguruan Tinggi ini dan mencoba memaksakan kehendak, maka pihaknya tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Oleh karenanya, lanjut Husain Syam, jika setiap perbedaan itu adalah karunia yang harus dibicarakan bersama untuk mempersatukan.

"Upaya-upaya itu kita tidak biarkan ada paham-paham yang melawan ideologi di dalam kampus dan mencoba memberi paham kepada mahasiswa lain maupun organisasi, itu tidak boleh. Makanya kami bentuk pengawasan di bidang kemahasiswaan, baik jurusan, prodi dan fakultas harus mengawasi jika ada paham tersebut," tegasnya.

Tak hanya itu, untuk saat ini UNM masih mewajibkan mata kuliah pancasila dan kewarganegaraan untuk membangkitkan rasa nasionalisme dalam bernegara, Apalagi, menurut mantan Sekwan Fakultas Tehnik UNM ini, mahasiswa dalam berorganisasi harus menjunjung sikap nasionalisnya.

"Sampai sekarang kita masih wajibkan mata kuliah Pancasila dan kewarganegaraan di semua jurusan, dan saya kira cuma kita (UNM) yang masih menerapkan itu, kenapa, supaya mahasiswa kita bisa paham bahwa kita satu idealisme yaitu Pancasila, tidak ada idealisme lain yang bisa merusak tatanan bangsa kita," pungkasnya.



Tidak ada komentar