Breaking News

Nobar Film G30S/PKI di Lapangan Merdeka Watampone






WATAMPONE, LAMELLONG.COM; -- Korem 141 Toddopuli menggelar Nonton Bareng (Nobar) Film G-30-S/PKI bersama masyarakat di Lapangan Merdeka Watampone, Sabtu 30 September 2017.

Selain Danrem 141 Toddopuli Kolonel Kav. Yotanabey, Bupati Bone Dr. H. A. Fahsar M Padjalangi, M. Si., Wakil Bupati Drs. H. Ambo Dalle. M.M, Dandim 1407 Bone Letkol Inf. Bobbie T.

Nobar ini, juga dihadiri sejumlah masyarakat  dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, mahasiswa, pelajar dan bahkan di antaranya terdapat anak-anak namun didampingi orang tua masing-masing. memenuhi Lapangan  Merdeka Watampone.

Nobar Film G-30-S/PKI bertujuan agar masyarakat dan generasi muda dapat belajar dari sejarah yang diharapkan setelah menonton film tersebut dapat menarik hikmahnya. Peristiwa kelam yang dialami bangsa pada masa itu tidak akan terulang lagi.

Bagi generasi termasuk pemuda, mahasiswa dan pelajar memang perlu memahami peristiwa penghianatan PKI di masa lalu, karena mereka hanya sering mendengar dan membaca sejarahnya. Dengan melalui layar tancap setidaknya mereka dapat mengetahui kekejaman yang pernah dilakukan oleh PKI.

Film G-30-S yang disingkat Gestapu ini merupakan film dokumenter yang mengisahkan peristiwa penculikan dan pembantaian para jenderal yang dilakukan oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) pada 30 September 1965. Mereka membunuh secara keji, biadab tanpa prikemanusiaan.

Tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September (G-30-S/PKI). Sedangkan Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila. Artinya, peringatan yang hanya berselang satu hari ini sangat erat hubungannya antara satu sama lainnya.

Adapun pejabat tinggi yang menjadi korban dibunuh oleh PKI, yakni;
Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi), Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi), Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD Bidang Perencanaan dan Pembinaan), Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD Bidang Intelijen), Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik) dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)

Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Namun, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam pembunuhan tersebut.

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober 1965.

Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban; Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena), Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta), Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta).

Bupati Bone Dr. H. Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, M.Si usai menonton film G-30-S/PKI, berharap, "semoga peristiwa-peristiwa kelam yang dilakukan PKI tidak terulang lagi," harapnya.

“Jangan kita mudah dan ikut terpancing terkait pemberitaan dan informasi yang tidak jelas, lebih baik kita jalin persatuan dan kesatuan bangsa untuk memikirkan masa depan NKRI agar bisa bersaing secara global,” harapnya. (bone.gi id/hyt/usa)




Tidak ada komentar