Breaking News

Talkshow Literasi Digital, Menteri Yohana Yambise Pukau Peserta di Kampus STKIP Muhammadiyah Manokwari





MANOKWARI, LAMELLONG.COM; -- Ramainya masyarakat dari berbagai kalangan di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari, pada Sabtu, 30 September 2017.

Rupanya, menjadi fokus perhatian warga di Ibu Kota Provinsi Papua Barat itu. Pasalnya, di kampus tersebut, tengah dilakukan penyambutan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia (RI), Yohana Yambise.

Apalagi area kampus STKIP itu terletak di atas lokasi perbukitan, tentu saja keramaian itu begitu mudah terlihat oleh siapa pun yang ada di sekitarnya.

Kehadiran Menteri Yohana Yambise di Pulau Ujung Samudra Nusantara itu dalam suatu rangkaian acara yang dikemas, Talkshaw Literasi Digital yang mengusung tema,  "Sinergitas TIK dengan Lingkungan di Pulau Ujung Samudra Nusantara."


Sekadar diketahui, salah satu program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI), bekerjasama dengan Indonesian Women IT Awareness (IWITA) dalam kesetaraan Gender, Anak,  dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Sebagai keynote speker pada Talkshaw itu, Menteri PPPA Yohana Yambise, tampil pula Narasumber Murniati, S. Si,. M. Pd (Ketua STKIP Muhammadiyah Manokwari) dan Martha Simanjuntak, MM (IWITA).

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, MM dalam sambutannya, mengatakan, perempuan perempuan sekarang semakin hari semakin dituntut untuk mengetahui dan memahami apa itu Teknologi. 

Ke depan, lanjut Gubernur, diharapkan ada wadah yang dapat menghimpun aspirasi perempuan di Tanah Papua ini sehingga tidak ada lagi perempuan yang terdiskriminasi dan tertekan dari siapapun.


Gubernur Papua Barat ini mencontohkan, saat ini, STKIP Muhammadiyah ini dipimpin oleh seorang perempuan, itu artinya, perempuan tak kalah pentingnya dalam menduduki posisi strategis di mana-mana.

Menteri PPPA Yohana Yambise tampil selaku Keynote Speaker pada Talkshaw itu, memberikan arahan di awal Talkshow Digital Literasi.

Disebutkan, masih banyak perempuan perempuan yang tidak mendapatkan keadilan baik di bidang pemerintahan maupun pendidikan.

Narasumber Murniati menguraikan, kalau semuanya berangkat dari Ketahanan KELUARGA.


Menurut Ketua STKIP Muhammadiyah Manokwari ini, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat dan masyarakat adalah unit terkecil dari suatu Negara. Oleh sebab itu,  maka keluarga sangat penting untuk diberi pembinaan TIK dan moral serta tata bersosialisasi yang baik, urainya.

Kaitan dengan gender, jelas Alumni Unhas ini, bahwa istri/ perempuan adalah motor penggeraknya keluarga , maka sudah saatnya perempuan-perempuan atau istri-istri dimaknai sebagai mitra utama oleh seorang suami dalam memajukembangkan sebuah rumahtangga yang di dalamnya terdapat anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa, jelasnya.

Ditambahlan, Ibu dan ayah, hendaknya menjadi teladan yang baik dan benar di berbgai aspek kehidupan, karena anak akan lebih banyak mencontoh dan meniru dari apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Dikatakan, dalam penggunaan IT misalnya,  orang tua harus selalu mngontrol anak, khususnya dalam bermedsos yang sehat, tandasnya.


Martha Simanjuntak, MM dari IWITA dalam materinya menguraikan bagaimna bermedsos yang baik, bagi kalangan ibu - ibu serta pelajar dan mahasiswa.

Dalam Talkshow itu, bagi peserta yang bertanya diberikan bonus berupa voucer 50 ribu untuk 3 penanya dan voucher 100 ribu untuk 2 orang penanya terheboh.

Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SMA/SMK sederajat 40 orang, organisasi Perempuan 40 orang, tokoh masyarakat,  dan civitas STKIP Muhammadiyah Manokwari yang jumlah total peserta seyogyanya ditarget panitia 150 orang tapi membludak jadi 223 orang.

Selain Menteri PPPA RI, Gubernur Papua Barat dan Bupati Manokwari Demas Mandacan, Talkshow ini dihadiri pula sejumlah civitas akademika STKIP Muhammadiyah Manokwari. (usa)



Tidak ada komentar