Breaking News

Buka Kemah Bakti SBH Bupati Bone Harapkan Generasi Muda Bekali Diri dengan Ilmu




WATAMPONE, LAMELLONG.COM; -- Satuan Karya (Saka) Gerakan Pramuka Bakti Husada dalam Wilayah Kerja Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bone menggelar Kemah Bakti  yang dikemas dalam acara Temu Bakti I Saka Bakti Husada (SBH) di Lapangan Sepak Bola A. Pawennai Desa Lanca Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, pada Rabu 15 November 2017.

Kemah Bakti tersebut dibuka oleh Bupati Bone Dr. H. Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, M.Si selaku Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bone dalam suatu Upacara Pembukaan.

Pada Upacara Pembukaan Kemah Bakti ini, Bupati Bone didampingi Kadis Kesehatan Kabupaten Bone dr. A.Kasma Padjalangi, M.Kes., hadir pula Ketua Saka Bakti Husada Provinsi Sulawesi Selatan H. Daud Latif, M.Kes.

Temu Bakti SBH Cabang Bone tersebut diikuti sebanyak 1.300 peserta, terdiri dari 38 Puskesmas. 

Selain, 4 orang staf Promosi Kesehatan Puskesmas serta Kepala Puskesmas, masing - masing Puskesmas terdiri dari 25 orang dari kalangan Pramuka Penegak /Pandega yang direkrut dari Gugus Depan yang berpangkalan di SLTA di wilayah kerja Puskesmas masing-masing. 

Dalam sambutannya pada Pembukaan Kemah Bakti tersebut, Bupati Bone mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan Temu Bakti Husada ini.

Dikatakan, pembinaan pramuka bisa besar dan lebih efektif di lingkup Dinas Kesehatan, bisa menjadi wahana untuk membentuk karakter generasi muda yang sehat, ini kenyataan, ungkap Ka. Mabicab Bone ini

Dihadapan peserta yang mayoritas kalangan pelajar itu, bupati mengatakan, "sepatutnya generasi muda masa kini harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai calon pemimpin masa depan, ilmu itu bisa diperoleh di berbagai kegiatan, seperti halnya kegiatan yang dilaksanakan ini,” harap Bupati Bone ini.

Untuk diketahui, Saka Bakti Husada merupakan wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.

Tujuan Pembentukan Saka Bakti Husada untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya.

Saka Bakti Husada ini berdiri pada tanggal 17 Juli 1985, lalu dicanangkan oleh Menkes RI pada tanggal 12 November 1985.

Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugus depan dan Satuan Karya Pramuka (SKK) disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik.

Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktik berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.

Krida Saka Bakti Husada meliputi :

Krida Bina Lingkungan Sehat, terdiri atas 5 (lima) SKK, yaitu :
1. SKK Penyehatan Perumahan
2. SKK Penyehatan Makanan dan Minuman
3. SKK Pengamanan Pestisida
4. SKK Pengawasan Kualitas Air
5. SKK Penyehatan Air.

Krida Bina Keluarga Sehat, terdiri atas 6 (enam) SKK, yaitu :
1. SKK Kesehatan Ibu
2. SKK Kesehatan Anak
3. SKK Kesehatan Remaja
4. SKK Kesehatan Usia Lanjut
5. SKK Kesehatan Gigi dan Mulut
6. SKK Kesehatan Jiwa.

Krida Penanggulangan Penyakit, mempunyai 8 (delapan) SKK, yaitu :
1. SKK Penanggulangan Penyakit Malaria
2. SKK Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah
3. SKK Penanggulangan Penyakit Anjing Gila
4. SKK Penanggulangan Penyakit Diare
5. SKK Penanggulangan Penyakit TB. Paru
6. SKK Penanggulangan Penyakit Kecacingan
7. SKK Imunisasi
8. SKK Gawat Darurat.
9. SKK HIV / AIDS

Krida Bina Gizi, mempunyai 5 (lima) SKK, yaitu :
1. SKK Perencanaan Menu
2. SKK Dapur Umum Makanan/Darurat
3. SKK UPGK dalam Pos Pelayanan Terpadu
4. SKK Penyuluh Gizi
5. SKK Mengenal Keadaan Gizi.

Krida Bina Obat, meliputi 5 (lima) SKK, yaitu :
1. SKK Pemahaman Obat
2. SKK Taman Obat Keluarga
3. SKK Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Zat Adiktif
4. SKK Bahan Berbahaya bagi Kesehatan
5. SKK Pembinaan Kosmetik

Krida Bina PHBS, meliputi 5 ( lima ) SKK, yaitu :
1. SKK Bina PHBS di Rumah
2. SKK Bina PHBS di Sekolah
3. SKK Bina PHBS di Tempat umum
4. SKK Bina PHBS di Instansi Pemerintah
5. SKK Bina PHBS di Tempat kerja

Selanjutnya, Yang dapat menjadi anggota Saka Bakti Husada adalah :
1. Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap.
2. Pemuda berusia 16-23 tahun, dengan syarat khusus
3. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
4. Pamong Saka dan Instruktur tetap

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Bakti Husada adalah :
1. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman di bidang Kesehatan
2. Mampu dan mau menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai : kesehatan lingkungan, kesehatan keluarga, penaggulangan berbagai penyakit, gizi, manfaat dan bahaya obat.
3. Mampu memberikan latihan tentang kesehatan kepada para Pramuka di gugus depan.
4. Dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya
5. Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat yang lebih mantap. (usa)



Tidak ada komentar