Breaking News

Hendra Noor Saleh : "Pohon Tak Tumbuh di Langit"



Hendra Noor Saleh.
(Editor in Chief Auto Bild Indonesia 2003 - 2011)

​Blaume waschen richt in den Himmel (pohon tak tumbuh di langit). Ini salah satu peribahasa popular Jerman, yang maknanya kira-kira: Segala sesuatu ada batasnya.

​Tapi jika tak mencoba, mana kita tahu batasnya? Suasana itulah yang mewarnai persiapan Edisi Perdana Auto Bild (AB) Indonesia, 6 Mei 2003. Bayangkan, saya sebagai Editor in Chief tabloid Otosport (OS) diserahi tanggung jawab menerbitkan majalah lisensi top Jerman ini, hanya dalam waktu 1 bulan. 
​Tim persiapan AB sendiri, terdiri dari Om Eds (Edy Suhardi), Bulu (Rizka Sasongko Aji), Mbah (Hery Kuswanto), Tom (AS Suminartomo), Erik Gustiar  Boy Beding. Hanya Boy yang ikut bersama tim eks-OS yang saat itu disebut-sebut tim terproduktif di Jl. Panjang.

​Saya diminta memboyong tim OS lengkap dari Redaktur hingga office boy. Dan Boy Beding ditetapkan sebagai Redaktur Pelaksana (Managing Editor) karena blasteran Lamalera-Magelang ini yang mengikuti pelatihan di Jerman sono dan otomatis tahu betul arah, sasaran dan target market AB Indonesia yang ingin dituju.


Tibalah saat launching edisi perdana, 6 Mei 2003 di Auto Mall, kawasan SCBD Jakarta. Direktur Bisnis Gramedia Majalah, Mas Adrian Herlambang mengawal betul proses ini, yang amat keukeuh dengan spek 80 halaman, harga banderol Rp 20.000. Untuk 8 edisi awal, harga perkenalan jika tak keliru di angka Rp 17.000.

Tulisan pendek-pendek, gaya bahasa lugas,  harus test drive sendiri, gamblang membandingkan produk antara mobil hingga aksesoris dan aftermarket. Pakem ini sangat berbeda dengan zaman itu yang identik tulisan panjang, ewuh-pakewuh dan belum ada kejelasan parameter test drive atau test product.

Di luar dugaan menurut laporan Sirkulasi Kompas Gramedia, AB Indonesia dinyatakan sebagai market leader di segmen majalah otomotif sejak edisi perdana. Antara percaya dan tidak, tim ini semakin bersemangat menemukan jatidiri.

Batasnya adalah langit. Saya tahu persis, tim ini terdiri dari individu yang pandai secara akademis, menjiwai dunia permobilan hingga mimpi mereka, total dalam bekerja dan agak-agak seniman. Kombinasi ini yang membuat saya meliarkan gagasan mereka, sampai ke tingkat yang zaman itu dianggap nyeleneh.

Itulah sebabnya muncul Kampanye “Aman di Jalan” sejak edisi 2, sesuatu yang mungin dianggap absurd di masa lalu-lintas dianggap ngawur dan serampangan. Eh, dunia industri, yaitu Shell langsung menyatakan diri sebagai sponsor.


Tiras makin membumbung, iklan pun mengalir, booklet laris manis. Kami percaya, selain content yang konsisten, gagasan baru memberi kontribusi signifikan. Seperti “Mudik in Style”, yang kemudian menjadi “Holiday Test Drive”, Auto Bild Award, Edisi serba-100, Liga Irit, Edisi khusus yang menghadirkan test drive 200 lap nonstop di sirkuit Sentul, Awesome Picture yang menyajikan para Direktur dan pimpinan Agen Pemegang Merek (APM) justru jadi fotografer edisi Awesome.

Kepercayaan APM dan industri otomotif terasa makin membesar. AB Award yang tadinya kelas showroom, naik ke ballroom hotel bintang lima. Megah dan mentereng. Undangan test drive dan motorshow di luar negeri, berdatangan seperti undangan kawinan di musim hujan.

Annual Meeting AB di Swiss, Jerman, Kroasia dan Italia, AB Indonesia sering  dianggap sebagai anak ajaib dan menjadi benchmark lisensi AB di lebih 40 negara. Annual meeting AB juga merestui hadirnya www.autobild.co.id untuk transformasi digital.

Zack Wamp berujar: We should not be afraid to go into a new era, to leave the old beyond. Manakala, saya dipromosikan menjadi Publisher ke Special Interest Media (seperti majalah-majalah HAI, National Geographic, Angkasa, IdeA, Intisari, Ide Bisnis, Forsel, Fortune dan tabloid Soccer, Sinyal) dan melepaskan tugas sebagai Editor in Chief AB setelah 8 tahun lebih, tak ada penyesalan atau unfinish business. Justru saya sangat bersyukur mendapatkan segudang pengalaman di Auto Bild.

Ternyata sangat bermanfaat ketika naik lagi menjadi Group Publisher untuk media-media wanita, anak dan semua produk digital Kompas Gramedia Jl. Panjang. Bahkan ketika saya ditugaskan di Dyandra Promosindo sejak 3 tahun lalu, pelajaran dan bekal di AB begitu bermanfaat.

Saya yakin teman-teman di AB saat ini yang akan fokus ke gridoto.com akan menuai sukses baru. Pohon tidak akan tumbuh di langit. Don’t be afraid, my friends. 

Tidak ada komentar