Breaking News

Mujarabnya Do'a dan Restu Tidak Terkalahkan Ombak Sekuat Apapun


Oleh : Ibnu Sultan, S.Pd
Reporter Media Online Lamellong.com 
di Padang Sumatera Barat 


Perjalanan menggapai kesuksesan akan membutuhkan perjuangan dan proses yang panjang.Tidak ada perjuangan yang sia-sia bagi mereka yang punya tekad yang kuat. 

Setiap orang mempunyai prinsip hidup yang ia pegang teguh bahkan sebelum lahir prinsip tersebut sudah diterapkan oleh orang tua atau dalam lingkup keluarganya.

Dalam kehidupan sehari-hari, sewaktu masih kecil di kampung, saya banyak belajar tentang arti sebuah hidup, hidup ini keras.Ya, tidak bisa dipungkiri kalau anggapan saya seperti itu, dan sebab latar belakang keluarga memang adalah hal utama. Mengingat saya berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, tetapi hal inilah yang membuat saya lebih memacu diri untuk terus berproses dan belajar sampai kapanpun.

Tak ada modal besar yang saya miliki dalam proses melangkah mencari kesuksesan kecuali RESTU dan DOA, restu dan doalah yang akan mengantarkan saya pada tangga-tangga kesuksesan kelak,’ Aamiin...

Saya masih ingat sewaktu tamat SMA dan memutuskan merantau ke kota besar, berharap suatu saat nanti akan menjadi orang besar, Insya Allah.

Waktu itu alm. Kakek saya masih hidup. Saya meminta doa restu kepada beliau, kepada kedua orang tua serta para sanak keluarga, karena saya sangat yakin bahwa apapun yang ingin kita lakukan ketika sudah mendapat restu dari orang-orang terkasih, khususnya kedua orang tua, Insya Allah itu menjadi modal utama yang sangat besar dan berpengaruh.

Kita tidak tahu persis, doa siapa yanng dikabulkan olehnya, jadi tidak ada salahnya sebelum melakukan sesuatu mintalah restu kepada siapapun yang kita temui.

Keadaan dan situasi kota besar sangatlah keras, tetapi kenyamanan yang luar biasa itu ketika kita mampu menikmati apapun yang disajikan oleh tempat di mana kita berpijak, kita mampu mengendalikan suasana bukan suasana yang mengendalikan kita.

Dulu saya tidak pernah berfikir sejauh ini, bisa merasakan bangku kuliah dan pada akhirnya tahap demi tahap saya lewati, sehingga bisa menyandang gelar Sarjana Pendidikan di Dakultas iImu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar pada bulan Agustus 2017.

Rasa syukur dan haru menyelimuti perasaan saya dengan keluarga, semoga ini menjadi langkah awal dalam menggapai kesuksesan kelak.

Setelah beberapa bulan pasca wisuda saya bertekat ingin keluar dari Sulawesi, bukan meninggalkan tetapi lebih tepatnya ingin mencari ilmu dan memperkaya pengalaman agar bisa berguna dan memberikan sumbangsi serta kontribusi untuk kampung halaman kelak.

Pada akhirnya saya pun terdampar ke pulau Sumatera, lebih tepatnya di Padang, Sumatera Barat.

Saya sangat beruntung bisa kenal dengan orang-orang baik dan peduli, seperti beliau yang membawa dan mengenalkan saya pada Kota Minangkabau ini.

Banyak pelajaran yang bisa saya petik dari beliau, beliau adalah salah satu tokoh atau orang Bugis Sulawesi Selatan yang berhasil di kampung orang, prinsip serta tekat  kuat yang beliau miliki sehingga bisa menaklukkan kerasnya kehidupan, kita ketahui beda kota beda budaya, tetapi di situlah saya melihat kepiawaian beliau sehingga mampu menaklukkan tantangan tersebut.

Pikiran saya selalu menerawang, merabah dengan penasaran, bahwa kenapa bisa sampai di rana minang ini, setelah berfikir panjang akhirnya saya menyimpulkan, mungkin Allah ingin saya berkunjung dan merasakan suasana Melayu, dimana nenek saya dilahirkan dan dibesarkan, nenek saya adalah asli orang melayu, Jambi.

Suasana baru yang saya rasakan di rana Minang sangatlah berbeda dengan suasana tempat saya menuntut ilmu di Makassar dulu. Saya harus belajar mulai dari awal tentang kebiasaan dan budaya di Padang.

Saya yakin, setiap tempat pasti ada kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing, tinggal bagaimana cara kita memadukan hal tersebut, sehingga budaya asli, kita tidak tinggalkan dan kita menghargai budaya orang agar terjalin hubungan emosional dan silaturahmi yang kuat sehingga bisa mempererat tali persaudaraan antara suku atau etnis tertentu.

Padang, Sabtu, 02 Desember 2017




1 komentar: