Breaking News

NH : Saya Terpanggil Membangun Kampung Saya Sulsel, Bukan Mengejar Kekuasaan



MAKASSAR, LAMELLONG.COM; --  Saya terpanggil mengabdi untuk membangun kampung saya, menata kota melalui program Sulsel Baru, karena saya tidak melihat adanya figur di Sulsel yang paham betul anatomi permasalahan di Sulsel dan bisa menyelesaikannya. Harus ada pendekatan khusus dengan program yang benar-benar menyentuh masyarakat sampai di tingkat bawah. Mohon maaf, kandidat lain tidak pikir itu, yang dipikir berkuasa sehingga program belakangan.

Ini yang disampaikan Bakal Calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid (NH) kepada masyarakat di berbagai kesempatan.

Dari sederet kandidat pada Pilgub Sulsel, NH-Aziz memang paling siap. Saat kandidat lain sibuk mengurus parpol pendukung/pengusung dan menyiapkan program unggulan, sederet program NH-Aziz sudah disosialisasikan. Respons masyarakat terhadap program pasangan ini pun sangat positif.

Ditegaskan, komitmennya bertarung pada Pilgub Sulsel 2018 bukan untuk mengejar kekuasaan. Dirinya murni ingin membangun Sulsel yang lebih baik.

"Saya bukannya cari kekuasaan, apalagi menumpuk harta karena apa yang diberikan Allah SWT sudah lebih dari cukup,” kata NH yang juga Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) itu, ahad (3/12/17).

Bersama Aziz Qahhar Mudzakkar, NH menyatakan ingin mengabdi membangun kampung dan menata kota demi terealisasinya visi Sulsel Baru yang lebih sejahtera dan makmur.

Bila hanya ingin mengejar kekuasaan, NH mengaku tidak akan rela ‘turun kasta’ bertarung di level provinsi, meninggalkan posisinya di level nasional.

Dengan posisinya sebagai Ketua Harian DPP Golkar, ia memang berpeluang menggantikan Setya Novanto selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar yang tersandung perkara hukum. Tapi, NH malah menolak dicalonkan menjadi 01 di partai berlambang beringin ini.

“Kalau saya cari kekuasaan, ngapain jadi gubernur. Mending jadi Ketua Umum Partai Golkar, bisa gampang ketemu presiden. Dan, tentu bisa ikut mengatur anggota DPR dan gubernur (dari Golkar). Tapi, ya bukan kekuasaan yang saya kejar, saya ini tertantang mau menjadi gubernur untuk menyelesaikan problema di kampung saya (Sulsel),” ujar dia.

Menurut NH, keputusan untuk bertarung pada Pilgub Sulsel 2018 pun tidak tergesa-gesa, melainkan penuh pertimbangan. Mantan Ketua PSSI itu akhirnya ikut dalam kontestasi politik karena tidak melihat ada satu pun figur yang benar-benar paham dan tahu cara mengatasi beragam permasalahan klasik di Sulsel.

Sederet program NH-Aziz yang paling ditunggu adalah layanan kesehatan gratis berbasis KTP, pendidikan dan fasilitas sekolah gratis, kredit kesejahteraan tanpa bunga dan agunan, program rumah murah, pembangunan lapangan bertaraf internasional di setiap kecamatan dan gerakan membangun di kampung. (hyt/usa)



Tidak ada komentar