Breaking News

Nurul Ilmi Idrus Pulang Kampung Majukan SDM Maros



MAROS, LAMELLONG.COM; -- Akhirnya Prof. Dr. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc, Ph.D, memenuhi harapan dan amanah dari ayahnya, almarhum M. Idrus Nurdin (mantan dosen Unhas), untuk mengelolah dan mengembangkan perguruan tinggi di kampung halamannya, Maros, dengan turut memajukan sumber daya manusia Maros dan sekitarnya.

Ketua Yayasan Perguruan Islam Maros (Yapim), Dr. Ikram Idrus, SE, MS resmi melantik, Nurul Ilmi Idrus sebagai rektor baru dan pertama bagi Universitas Muslim Maros (UMMA), di Kampus I YAPIM, Kamis, 30 November 2017.

UMMA ini adalah penggabungan dari tiga sekolah tinggi di bawah naungan YAPIM, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Maros, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Maros dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Maros.

“YAPIM ini sudah melahirkan empat perguruan tinggi, hanya saja yang tiga ini digabung jadi  UMMA, ”ujar Ikram Idrus yang juga calon rektor Unhas ini.

“Pengalaman Nurul Ilmi pernah dilalui di dunia akademik maupun di organisasi lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional, rektor baru ini bisa memajukan UMMA jadi perguruan tinggi berwawasan global,” Ikram Idrus optimis.

Nurul Ilmi paham, semua itu tidak bisa jalan secara optimal tanpa dukungan semua pihak yang ada. Ada banyak orang memandang enteng sebuah perguruan tinggi baru apalagi berada di daerah.

Sebenarnya ini tidak boleh terjadi. Keraguan banyak orang yang ingin ditunjukkan Nurul Ilmi kepada orang, kalau perguruan tinggi yang ada di daerah seperti UMMA ini nantinya akan tumbuh secara bertahap dan akan menjadi perguruan tinggi besar.

Soal dirinya pulang kampung membangun daerah, karena cinta kampung halaman. Dalam memimpin UMMA, dia akan banyak melakukan kerjasama  pemerintah Maros serta   berbagai pihak dalam mewujudkan UMMA sebagai perguruan tinggi berwawasan global serta berorientasi pada akhlaqul karimah, tegasnya.

Saya sudah lama bercita-cita ingin pulang kampung membangun daerah. Tetapi tidak tahu dengan cara apa bisa pulang kampung. Mungkin inilah jawabannya, pihak yayasan meminta untuk menjadi rektor UMMA. Universitas Muslim Maros ini adalah penggabungan dari  tiga perguruan tinggi yang dibina oleh YAPIM sebelumnya, yakni STIM, STKIP dan STIPER Maros,” ujar Nurul Ilmi.

Nurul Ilmmi lahir di Makassar, 7 Januari 1965. Sebelum dilantik jadi rektor, sehari-hari adalah Guru Besar Antropologi Fisip Unhas.

Sarjana antropologi Fisip Unhas 1987. Magister antropologi sosiologi di Valdosta State University Georgia Amerika Serikat 1992. Doktor antropologi Canberra Australia 2003.

Guru Besar termuda Unhas 2005. Menjadi dosen berprestasi Unhas 2013. Selain itu menghasilkan karya riset, tulisan/jurnal ilmiah lokal, regional, nasional dan internasional terpublikasi sebanyak 41.

Chief editor Jurnal Etnosia sejak 2016, dan menjadi kolumnis tetap harian Fajar dalam kurun waktu panjang sampai hari ini. (yahya)



Tidak ada komentar