Breaking News

Ratni Latipo Memilih Kuliah S2 di Program Administrasi Pemerintahan Daerah Pascasarjana UIT Karena Kebutuhan Daerah



MAKASSAR, LAMELLONG.COM : - Menuntut ilmu tak mengenal tapal batas dan rela berpisah dengan keluarga, hal itu bukanlah rintangan bagi Ratni Latipo, cewek  berparas cantik kelahiran Kab. Banggai Kepulauan Sulteng, 12 Oktober 1993, ini menjatuhkan pilihannya kuliah di Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah Pasca Sarjana Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar.

Gadis cantik yang murah senyum, penuh semangat ini terlahir dari pasangan ayah Hud Latipo dan ibu Iyang,  mengatakan, pilihannya kuliah di Program Administrasi Pemerintahan Daerah Pasca Sarjana UIT Makassar karena dari awal ingin melanjutkan disiplin Ilmu Pemerintahan yang diraih pada program S1 di Univ. Tompotika Luwuk Sulawesi Tengah.

Menurutnya, di tanah kelahirannya, Banggai Kepulauan, Kota Makassar menjadi pavorit bagi kami untuk berburu ilmu, Makassar yang sangat maju, masyarakatnya dari berbagai suku, bagaikan Indonesia mini, semua suku ada di Makassar. Olehnya, kita dapat mengenal dan bersinggungan dengan berbagai adat dan budaya bangsa, semua ada di sini. Tuturnya.

Demikian pula Perguruan Tinggi, Makassar sebagai pusat pendidikan di Indonesia Timur, tentu saja banyak pilihan, kita mau berburu ilmu dimana. Saya, memilih UIT, karena di UIT ada keringanan pembayaran uang kuliah, dan ternyata di UIT proses perkuliahannya sangat dinamis, aktip dan bagi saya sangat bagus.

Ratni Latipo saat jedah bersama teman kuliah di kampus Pascasarjana UIT

Alumni SMAN 1 Peling Tengah ini mengatakan, memilih Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah karena selain kelanjutan Program Studi Ilmu Pemerintahan di S1, juga kebutuhan kami di Kab. Banggai Kepulauan yang baru eksis sebagai Daerah Otonom, karena itulah kelurga ikut mendorong mengambil program studi ini.

Ditanya perihal dosen dan teman kuliahnya, wow.... "sungguh luar biasa, dosen Pascasarjana UIT memberikan kami ilmu yang sesuai kebutuhan, Bapak/Ibu dosen memberi kuliah sejalan dengan perkembangan zaman, Indonesia kontemporer, dan perkembangan ilmu dewasa ini. Dan, menariknya, teman kuliah kami, dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan almamanter.  Alhamdulillah, kami semua saling mendukung dalam berbagai hal, termasuk kerja-kerja yang sangat padat, katanya saat ditemui di kampusnya, Sabtu, 24 Desember 2017.



Lebih lanjut, Ratni mengatakan "Kebetulan kakak sepupu saya, Haminun Matorang, dosen di Univ. Muhammadiyah Luwuk, adalah alumni UIT, beliau memperkenalkan UIT dan mendorong melanjutkan kuliah di Pascasarjana UIT" katanya.

Apakah akan melanjutkan ke jenjang S3, "niat ke arah itu ada, namun saya harus kembali mengabdi dulu di Kab. Banggai Kepuluan" ucapnya.

Ratni sapaan akrabnya juga mengungkapakan, bahwa dia akan memaksimalkan proses perkuliahannya sehingga dapat menuntaskan dalam tempo tidak lebih dari 2 tahun, Ratni yang aktifis HMI Cabang Luwuk, berharap Ilmu yang diperoleh dapat dia amalkan sebagai wujud insan akademis yang bernafaskan agama yang dianutnya (Islam) dan ikut bertanggung jawab membangun daerahnya. Tandasnya. (hyt)

Tidak ada komentar