Breaking News

Kematian Akibat Kanker Lebih Tinggi dari Gabungan HIV, Malaria dan TB



MAKASSAR, LAMELLONG.COM; -- Beberapa hasil penelitian membuktikan, kematian akibat kanker jauh lebih tinggi dari kematian disebabkan oleh HIV/AIDS, Malaria dan TB.

Demikian ditegaskan Ketua Makassar Cancer Care Community (M3C), Dr. Nurlinah Subair, M.Si kepada media Senin (15/1/2018).

Dijelaskan, kematian perempuan berdampak pada seluruh rumah tangga karena sekitar 30 persen kematian akibat penyakit itu rata-rata berusia dibawah 40 tahun, tegas doktor sosiologi PPs-UNM ini.

Kanker pada perempuan akan menyebabkabn kualitas hidup rendah karena 8,33 persen merasa mengalami depresi.

Selain itu sekitar 35,8 persen perempuan penderita kanker hidup dalam kecemasan sebelum dirawat, tegas Dosen Dipekerjakan Kopertis (DPK) di FKIP Unismuh Makassar ini.

Komunitas dan lembaga peduli terhadap penyintas kanker, melakukan Focus Group Discution (FGD) Suara  Penyintas Kanker, pada 12 Januari 2018 di hotel Ambhara Jakarta.

FGD ini dihadiri ketua CISC, Yanti Baramuli Putri, Makassar Cancere Care Community (M3C), YKPI, YKI PUSAT, Ts , Love Pink, BCR Bandung .

Tema FGD kali ini adalah Satukan Suara untuk Penanganan Kanker Perempuan yang Lebih Baik Penyintas Kanker

Tujuan  FGD adalah menggalang sesama untuk mengetahui isu penting terkait kanker perempuan di Indonesia.

Selain itu membangun koalisi dan sinergi untuk bersama mempengaruhi kebijakan dalam melakukan advokasi perubahan kebijakan  pada penanganan penyakit kanker, kata salah seorang editor buku Filosofi Perkawinan Orang Selayar ini.

Issu penting mengemuka selama FGD, yakni; standar pelayan rumah sakit terhadap pasien kanker, akses terhadap pelayanan misalnya;  misalnya standar pelayan meliputi  misalnya; setiap tahun insiden meningkat; angka kematian yg tinggi.

Pasien penyakit kanker juga merasakan, ketidak setaraan akses pelayan , deteksi dan perawatan dini serta kualitas pelayanan. (yahya)




Tidak ada komentar