Breaking News

Pria Asal Timtim ini Bina Panti Asuhan di Gowa



Citizen Reporter

Laporan:  Nikita Ayu Rahmawati

Aktifis Pers Universitas Sawerigading Makassar


SUNGGUMINASA, LAMELLONG.COM; -- Muhammad Miolo, Alumni Prodi Administrasi Negara Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar, menjadi pengelola Yayasan Pembinaan Muallaf Panti Asuhan Al-Istiqomah Mundo Perdido Timor-Timur.

Ditemui di Panti Asuhannya, Kamis (04/01/2017), pria kelahiran Ossu Timor Timur ini membeberkan latar belakang berdirinya Yayasan Panti Asuhan itu, berawal dari dia berdakwah di Timor Timur tahun 1990.

"Setelah itu terjadi jajak pendapat, membuat saya hijrah ke Gowa Sulsawesi Selatan dan memilih untuk berdomisili di sana sejak tahun 2004 tinggal di Panti Asuhan Wahyu. Akhirnya saya pindah ke BTN Aura dan di situlah awal didirikan Yayasan Panti Asuhan tersebut," lanjutnya.

Sejak 4 Mei 2005 didirikan Yayasan Panti Asuhan tersebut. Awalnya hanya memiliki 15 anak binaan berasal dari pengungsian NTT dengan usia balita hingga remaja.

Kini sudah bertambah jumlahnya menjadi 90 anak, terbagi dua tempat tinggal, yaitu; di asrama putra dan di asrama putri.

Sebanyak 36 putri berada di Asrama BTN Paccimongang dan sebanyak 54 putra berada di Asrama BTN Aura Permai.

Semua anak di Panti Asuhan itu diberikan kesempatan untuk dapat merasakan sekolah dari bangku SD sampai bangku SMA. Setelah lulus mereka memiliki kebebasan untuk berkerja agar hidup mandiri. Namun, masih diperbolehkan tinggal di Panti Asuhan.

Kegiatan yang dilakukan pada hari Minggu untuk anak-anak Panti Asuhan ini, yaitu; membuat dompet kerajinan dari kain, kegiatan tersebut baru berjalan dua kali dan akan berusaha dijalankan seterusnya.

Tak hanya membina anak anak yang berada di Panti Asuhan, yayasan ini juga, membantu orang-orang yang kurang mampu dengan membagikan beras atau gula setiap bulannya.

Saat ini Yayasan Pembinaan Muallaf Panti Asuhan Al-Istiqomah Mundo Perdido Timor Timur memiliki tiga orang Pembina, tiga orang Pengawas, dan tiga tenaga inti yaitu Ketua, Sekertaris, Bendahara.



Tidak ada komentar