Breaking News

Ellys Rachman Doktor Ke-267Administrasi  Publik PPs UNM



MAKASSAR, LAMELLONG.CIM; -- Ellys Rachman, mahasiswi Program Studi Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) Angkatan 2011, berhasil menyandang gelar doctor (S3)

Setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Akuntabilitas Tata Kelola Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Boalemo, Provinsi Gorontalo, di lantai 5 PPs UNM, Senin 5 Februari 2018.

Ujian Promosi doktor dipimpin  Prof. Dr. Anshari, M.Hum, dengan tim penguji, yakni; Prof. Dr. Haedr Akib, M.Si (penguji internal),  Prof. Dr. H. M. Tahir Malik, M.Si (penguji internal), Prof. Dr. H. Andi Ihsan, M.Kes (penguji internal) dan mantan Koordinator Kopertis IX Sulawesi Prof. Dr. Ir. Andi Niartiningsih, MP (penguji eksternal).

Dalam penyusunan disertasi Ellys Rachman dibantu tim promotor, yakni; Prof. Dr. H. Juanda Nawawi, M.Si (Promotor), Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Si (Koopromotor I) dan Prof. Dr. Hj. Andi Kasmawati, M.Hum (Koopromotor 2).

Dosen Tetap Yayasan Bina Taruna Gorontalo ini adalah doktor yang ke- 267 untuk Program Studi Administrasi Publik PPs UNM dan doktor ke-654 pada Program Pascasarjana UNM.  Ellys Rachman lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,78.

Ada yang menarik dari disertasi yang dibawakan oleh ibu tiga anak ini, karena yang mereka teliti adalah kampusnya sendiri, yaitu STIM Boalemo Gorontalo.

Ada kekhawatiran dari beberapa tim penguji atas subyektifitas peneliti. Bahkan Prof. Dr. Ir. Andi Niartiningsih, MP yang juga penguji eksternal, mengumpamakan disertasi ini mengukur baju dalam badan sendiri.

Namun, kekhawatiran subyektifitas dari hasil penelitian telah terbantahkan, jika melihati hasil simpulan disertasi istri H. Novel Acub Umar, SE, M.Si, seperti yang disampaikan Promotornya, Prof. Dr. Juanda Nawawi, M.S, Ellys ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan meskipun di kampusnya sendiri.

Dia berani mengatakan benar kalau itu benar dan begitu pula sebaliknya mengatakan salah jika itu memang salah.

“Saya salut dia cukup objektif meskipun itu berat,” aku Prof. Juanda.

Terbukti dengan kejujurannya,  dari hasil penelitiannya telah menyimpulkan, tata kelola perguruan tinggi dimana dia mengabdi, telah melihat akuntabilitas tata kelola mutu akademik dilihat dari dimensi akuntabilitas regular, manajerial, program dan proses hasilnya masih kurang akuntabel.

Kemudian dari akuntabilitas tata kelola keuangan yang juga dilihat dari dimensi akuntabilitas regular, manajerial, program dan proses hasilnya masih kurang akuntabel. Namun berbeda dengan hasil yang dilihat dari akuntabilitas tata kelola SDM yang mana hasilnya akuntabel.

Tata kelola SDM yang akuntabel ini, dapat dilihat  adanya kejelasan regulasi tentang mekanisme dan prosedur penerimaan dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Boalemo.

Juga karena ada kejelasan kontrak kerja dosen dan tenaga kependidikan, adanya penilaian rekam jejak kinerja dosen melalui evaluasi setiap semester, da analisis kebutuhan dosen yang dilaksanakan secara kontinyu dan lainnya.

Makanya, Ellys Rachman dalam hasil disertasinya menyarankan dalam rangka mewujudkan tata kelola mutu akademik yang akuntabel dibutuhkan kejelasan regulasi yang lebih teknis yang mengatur proses akademik, perlu meninjau revisi kurikulum yang terdapat dalam STATUTA, peninajauan kurikulum berbasis KKNI dan lainnya.

Juga di dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel, perlu meninjau kembali proses verifikasi anggaran yan dilakukan oleh yayasan, perlu melibatkan pengelola dalam pengambilan keputusan dan memfungsikan kembali peran senat perguruan tinggi sebagai dewan pertimbangan dalam mempertimbangkan anggaran.

Serta untuk memperkuat tata kelola dosen dan tenaga kependidikan yang akuntabel, Ellys menyarankan perlunya peningkatan peran partisipatif serta sinergitas komitmen pengelola, dosen, dan tenaga kependidikan dalam menjalankan aturan kontrak kinerja dalam mendorong peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan. (nasrullah/yahya).


Tidak ada komentar