Breaking News

Dinas Perpustakaan Sulsel Bedah Buku Pesona Sang Jomblo



Citizen Reporter

Laporan : Darsil Yahya M

Aktivis Pers Mahasiswa Universitas Sawerigading Makassar


MAKASSAR, LAMELLONG.COM; -- Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Bedah Buku di Hotel Grand Imawan Jl. Pengayoman No. 36 Makassar, Selasa (20/3/2018).

Kegiatan yang bertema, Pesona Sang Jomblo, menghadirkan pembicara Adi Wijaya yang juga penulis buku Pesona Sang Jomblo.

Dan dua orang pembahas dalam kegiatan bedah buku, yakni; Bachtiar Andan Kusuma Sekjen Asosiasi Penulis Profesional Indonesia serta Dr. H. M. Azwar Hasan, M.Si, Pakar Ilmu Komunikasi Unhas.

Ketua panitia Drs. Muh. Syahrir Razak, M.AP mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap penerbitan lokal sekaligus membangkitkan gairah penulis di Sul Sel.

Selain itu, Kepala Dinas Perpustakan dan Arsip Provinsi Sulsel, H. Abd Rahman yang juga membuka kegiatan itu, mengatakan, memang bedah buku ini perlu sekali, karena bedah buku itu berarti ada lagi buku baru yang terbit, ucap Abd. Rahman.

Kalau kita lihat, lanjut Abd. Rahman, di Perpustakaan, "bukunya itu-itu saja, kan tidak mungkin kita bisa akan berkembang, makanya saya berniat menekankan kepada bidang yang mengenai ini, jelasnya.

Dkatakan, Kalau bisa perbanyak bedah buku karena memang banyak yang menulis tapi mungkin biayanya yang tidak ada sehingga tidak ada kegiatan bedah buku, jelasnya.

Kepala Dinas Perpustakan dan Arsip Provinsi Sulsel ini juga menginginkan penambahan anggaran kepada penulis untuk kegiatan bedah buku.

"Ke depan Dinas Perpustakaan ini harus menganggarkan banyak tentang masalah bedah buku, kalau perlu bagaimana caranya bisa dijual ke masyarakat," tegasnya.

Adi Wijaya, penulis buku yang berjudul Pesona Sang Mantan, menyampaikan kepada para peserta, sebenarnya kata jomblo berasal dari kata "jomlo" tanpa huruf "b", kalau kita lihat jomlo di kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) ada kita dapat.

Katanya, dari Bahasa Sunda, yang artinya, nenek tua, namun sekarang ini kata jomlo lebih sering kita dengar atau baca dengan penulisan atau penyebutan yang menggunakan huruf "b" yaitu jomblo karena telah mengalami perluasan makna, kata Adi Wijaya.

Selain itu, penulis kelahiran Wamena Papua, yang saat ini sementara menempuh studi di Program  Magister Ilmu Komunikasi Unhas mengatakan, kenapa banyak manusia jomblo, karena mereka tidak mengetahui eksistensi dirinya sebagai manusia, padahal pada Fitrahnya Allah menciptakan manusia bersama dengan rasa cintanya.

"Misalnya, ibarat komputer bukan hanya memiliki hardware tapi juga mempunyai software di dalamnya", tegas penulis buku Pesona Sang Jomblo tersebut.

Adapun jumlah peserta sebanyak 120 orang yang berasal dari kalangan Mahasiswa, Komunitas Penulis dan Pegawai Instansi Pemerintahan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.


Tidak ada komentar