Breaking News

Ibrahim, S.Sos Anggota Fraksi PD DPRD Kab. Luwu, Dipecat Sebagai Anggota Partai Demokrat

Ibrahim, S.Sos (foto, istimewa) 

MAKASSAR.LAMELLONG.COM : - Disiplin organisasi yang tertuang dalam AD/ART adalah keharusan mutlak bagi anggota untuk mentati dalam rangka mewujudkan misi dan visi perjuangan organisasi. Ketegasan dalam mewujudkan disiplin tersebut menjadi alas kekuatan bagi pimpinan untuk mengontrol anggota-anggotanya dalam menjalankan amanah.

Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) Sulawesi Selatan, kaitannya dengan disiplin dan ketaatan anggota partai, telah menggelar rapat pengurus di Kantor DPD PD Sulsel hari rabu 7 Maret 2018, yang membahas usulan Komisi Pengawas dan Dewan Kehormatan Daerah DPD PD Sulsel, yang merekomendasikan dan/atau mengusulkan agar Saudara Ibrahim, S.Sos anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kab. Luwu.

Rekomendasi tersebut mengusulkan pemberhentian/pemecatan Saudara Ibrahim, S.Sos. dari keanggotaan Partai Demokrat, dan mengusulkan agar dilakukan langkah-langkah konstitusional sekaitan dengan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPRD Kab. Luwu.

Oleh Ketua Komisi Pengawas DPD PD Sulsel Dr. H. Jamaluddin Rustam, SH. MH. melaporkan pada rapat itu, bahwa pihaknya telah melakukan langkah organisasi dengan mendengar saksi-saksi dan memverifikasi semua bukti-bukti yang terlapor. Hasil pemeriksaan Komwas bahwa pelanggaran Saudara Ibrahim sangat meyakinkan dan terbukti, telah melakukan pelanggaran AD/ART Partai Demokrat. Olehnya kami mengajukan untuk dilakukan tindakan tegas dengan memberhentikan yang bersangkutan, dengan mekanisme dan prosedur yang diatur dalam AD/ART serta peraturan organisasi PD. Ungkap Dr. Jamaluddin Rustam.

Pimpinan rapat pembahasan rekomendasi Komwas, DKD PD Sulsel tentang pemberhentian Ibrahim dari anggota Partai Demokrat. (foto, istimewa) 

Lebih lanjut, Jamaluddin Rustam, mengurai bahwa telah dilakukan pendekatan atau langkah konstruktip kepada Saudara Ibrahim, baik pendekatan kekeluargaan maupun langkah konstitusional, langkah peringatan resmi pun sudah dilakukan dan dia sudah mendapat Surat Peringatan I dan II, namun tidak diindahkan. Papar Ketua Komisi Pengawas DPD PD Sulsel.

Setelah mendengar laporan dari DKD yang dilaporkan oleh Ketua Komwas PD dan pendapat peserta rapat, maka pimpinan rapat, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PD Sulsel, H. Ni'matullah,merespon dan mengatakan "sungguh berat memberikan sanksi pemecatan kepada kader, namun tugas konstitusi yang mengharuskan kita mengambil langkah tegas kepada kader yang secara nyata dan meyakinkan telah melanggar AD/ART PD, apalagi untuk kasus saudara Ibrahim, dimana yang bersangkutan, pelanggarannya dipertontonkan di publik, olehnya dengan memohon bimbingan Allah SWT saya nyatakan setuju dan menerima rekomendasi/usulan DKD PD dan Komwas PD. Maka keputusan orgnisasi secara 'defacto' sudah dinyatakan sah, pemencatan sementara saudara Ibrahim, S.Sos. sebagai anggota Partai Demokrat, selanjutnya akan diajukan ke DPP untuk pemecatan definitip sebagai anggota Partai Demokrat, sekalugus pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagai Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kab. Luwu, yang akan diproses sesuai mekanisme.

Jamaluddin Rustam, Ketua Komwas DPD PD bersama Hidayat Hafied, Wakil Ketua DPD PD Sulsel (foto, istimewa) 

Rapat yang dihadiri oleh Pengurus Harian Terbatas, Komisi Pengawas, Dewan Kehormatan bersepakat dengan bulat mengambil keputusan menerima semua usulan/rekomendasi Dewan Kehormatan Daerah dan Rekomendasi Komisi Pengawas Daerah untuk ditindak lanjuti sebagai keputusan Partai,  dengan mekanisme dan prosedur yang diatur dalam AD/ART PD.

Sementara itu, Ketua DPC PD Kab. Luwu H. Sukut Bijak setelah mengetahui keputusan DPD PD Sulsel perihal pemecatan Ibrahim, kepada lamellong.com Sukur Bijak menghaturkan banyak terima kasih karena DPD PD Sulsel telah mengambil keputusan penting, keputusan tersebut sekaligus mengangkat wibawa partai di mata masyarakat. Tandasnya. (hyt)

Tidak ada komentar