Breaking News

Penerima Beasiswa Unggulan Dosen di Unhas Gelar Bakti Sosial



Citizen Reporter

Laporan : Hasma

Mahasiswa S3 Ilmu Pertanian Unhas, Peneriman BUDI-DN Unhas


MAKASSAR, LAMELLONG.COM; -- Ikatan Awardee (penerima) Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri (BUDI-DN) yang berasal dari tiga kampus, yaitu; Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Negeri Manado bekerja sama  AG Dental Care dan Perhimpunan Dokter Bedah Anak Indonesia (Perbani) melaksanakan Bakti Sosial di Kampung Wisata Rammang-Rammang Desa Salenrang Kabupaten Maros pada Sabtu-Minggu, 28-29 April 2018.

"Baksos ini merupakan inisiatif awardee untuk menunjukkan kepedulian sosial pada masyarakat, juga merupakan program kerja dari bapak Zainal Abidin selaku Lurah BUDI-DN Unhas, Unsrat dan Unima," jelasnya.

Dusun Rammang-Rammang Desa Salenreng kecamatan Bontoa dipilih untuk kegiatan baksos kali ini karena termasuk daerah yang cukup terisolir dengan pendapatan masyarakat yang hanya mengandalkan mata pencarian sebagai buruh tani dan penarik sampan, yang unik karena memiliki potensi alam yang menakjubkan.


Ketua Panitia Wahyu Sulfian mengatakan, "kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dengan beberapa kegiatan yang kami adakan, yaitu; Sunnat Massal, Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat, Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut, penyuluhan budidaya ternak puyuh, Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) dan juga pelatihan pembuatan alat penyulingan air sederhana sebagai salah satu solusi permasalahan air bersih di kecamatan Bontoa," urainya.

Masih kata Wahyu Zulfian, "kegiatan ini merupakan hasil dari swadaya kami sebagai penerima beasiswa BUDI-DN dan juga didukung penuh oleh Perbani dan AG Dental Care.

Zainal Abidin sebagai Lurah BUDI-DN Unhas, Unsrat dan Unima, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai penerima Beasiswa, hal ini sebagai bukti, kami sebagai ihsan akademika khususnya sebagai mahasiswa Magister dan Doktor tidak hanya fokus pada menyelesaikan pendidikan kami tapi juga tentu kami tetap peduli terhadap lingkungan sosial kami," tandasnya.

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi ini mengatakan, "kegiatan ini juga sebagai wujud kesyukuran karena kami bisa memperoleh beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP RI) sehingga kami berharap dapat menyelesaikan pendidikan kami dan berharap semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.



Dikatakan, seluruh rangkaian kegiatan yang diberikan ini gratis dan merupakan hasil partisipasi dari seluruh awardee Budi-DN Unhas, Unsrat dan Unima.

Camat Bontoa H. Abdullah pada kesempatan itu mengatakan, sejak pertama kali panitia pelaksana Baksos datang ke Kantor, saya sangat mendukung kegiatan ini dan mempersilahkan dengan kedua tangan saya dan dari awal saya mengatakan siap hadir dalam kegiatan ini, semoga kegiatan ini masih dapat dilaksanakan di Bontoa nantinya.

Selain Camat Bontoa, kegiatan itu juga dihadiri Kades setempat. Terlihat jika kegiatan ini direspon antusias oleh masyarakat setempat.

Penanggungjawab Kesehatan Gigi dan Mulut, drg. Lilies Anggarwati Astuti, Sp. Perio sebagai Owner AG Dental Care merupakan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Kedokteran ini yang membawa tim sebanyak 20 coass dan dokter gigi mengatakan, "Alhamdulillah, jumlah pasien kesehatan gigi dan mulut (konsultasi, pencabutan gigi, penambalan gigi,dan pembersihan karang gigi) yang kami laksanakan ini diikuti oleh lebih dari 200 masyarakat umum dan 200 murid sekolah dasar yang mengikuti penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan sikat gigi massal di luar dari kegiatan sunnat massal dan pemeriksaan kesehatan masyarakat. Setiap murid sekolah dasar diberikan sikat gigi dan pasta gigi secara cuma-cuma pula," ujarnya.


Ikut serta pula dari bagian ilmu bedah anak FK Unhas, dalam kegiatan sunnatan massal ini dr. Nita Mariana, M.Kes, Sp.BA sebagai penanggung jawab, menyampaikan rasa senang dan bangga dapat ikut serta dalam kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh Awardee Budi-DN ini

"Kami menerjunkan residen bedah dan coass untuk ambil bagian dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini, selain untuk mengaplikasikan ilmu, juga dapat lebih mendekatkan diri kepada masyarakat sebagai salah satu pengabdian kepada masyarakat," katanya.

Di hari kedua, pelatihan pembuatan alat penyulingan sederhana yang merupakan salah satu solusi bagi masyarakat Bontoa yang setiap tahunnya mengalami krisis air bersih karena sumur-sumur mereka kering dan asin. Dengan alat ini, tambahnya, masyarakat bisa menyuling air bersih dan kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Bontoa.

Demikian pula penyuluhan pertanian yang dilakukan berupa bagaimana menggali potensi pertanian desa. Alima (awardee) membawakan bididaya burung puyuh untuk mendorong semangat kewirausahaan masyarakat ditambah dengan penguatan kelembagaan BUMdes oleh Muh. Nurjaya untuk mendorong BUMdes.



Tidak ada komentar