Breaking News

Prof Hamdan Juhannis : Adonan Ramadhan (14) 'Demosi Keberagamaan'



Oleh: Hamdan Juhannis *

Anda sudah sering mengalami promosi dalam hidupnya? Seseorang yang terpromosikan secara keberagamaan, akan melalui tingkatan kepangkatan layaknya dalam promosi;  dari muslim, mukmin, muhsin, muhlis, sampai muttaqin. Mungkin ada yang secara reguler terpromosi, atau mungkin ada yang mendapatkan promosi khusus dengan kinerja keberagamaannya.

Mungkin juga ada yang sudah bertahun menjalani kepangkatannya, tapi mandek pada posisi keberagamaan tertentu. Namun yang lebih penting adalah menghindari demosi keberagamaan. Demosi atau turunnya pangkat itu terjadi karena iman itu keluar masuk, sejatinya pangkat keberagamaan itu bisa berflaktuasi, mengalami pasang surut.

Pertanyaannya, bagaimana mengecek kalau diri kita tidak mengalami demosi keimanan? Menjawabnya, tanya nurani keberagamaannya. Bagaimana anda merasakan sendiri pendalaman puasa yang anda jalani dari tahun ke tahun.

Promosi derajat keberagamaan dari Tuhan bisa dilihat dari gejala prilaku sosial kehidupan anda, dengan melihat tingkat komitmen dan konsistensinya.

Seseorang yang terpromosikan menjadi muhlis, tingkat keikhlasannya  bisa dilihat dari gejalanya. Dia menyumbang dengan melewati kebutuhan untuk diakui oleh sesamanya. Sampai dia pun enggan menulis 'tanpa nama' karena tanpa nama baginya  adalah 'nama itu sendiri'

Susah memang mengukur keikhlasan, karena ada teman saya  menyumbang di kotak amal, begitu ketatnya dia sembunyikan lipatan uang kertasnya dengan gengaman kedua tangannya yang dia masukkan di kotak celengan roda, dia lupa kalau kotak celengannya terbuat dari kaca yang tentunya transparan. Ketahuan pula, kalau itu uang kertas dua ribu rupiah. Pertanyaannya apakah dia sembunyikan karena itu prosedur sebuah prilaku ikhlas, atau karena terlalu sedikit jumlahnya?

Itulah keikhlasan, sebuah tingkatan tinggi dalam merajut Iman. Promosi keberagamaan sangat susah terdeteksi. Promosi adalah proses, bukan hasil. Sayangnya, promosi posisi dunia sering diterjemahkan sebagai hasil, dan karenanya banyak yang menyalahgunakannya. Promosi keberagamaan hasilnya adalah kedamaian jiwa. Dirinya hidup tenang dan orang-orang di sekitarnya pun tidak dibuat tegang. (***)

* Guru Besar UIN Alauddin Makassar dan Pengurus MW KAHMI sulsel. 

Tidak ada komentar