Breaking News

Prof Hamdan Juhannis : Adonan Ramadhan (2) 'Bulan Reunian'


Oleh: Hamdan Juhannis

MAKASSAR.LAMELLONG.COM : - Ramadhan sebagai bulan reuni. Kita bertemu kembali,  berpadunya diri kita dengan Ramadhan. Kita bersua  dan melakoni aktifitas khas Ramadhan.

Kita bersilaturrahim dengan karib dan sahabat pada acara tarwih dan shalat subuh di masjid yang sebelumnya sangat susah untuk diwujudkan .
Kita mempertemukan kembali pendengaran kita dengan lantunan bacaan imam rawatib yang bulan sebelumnya susah terdengar karena kesibukan.

Kita bertemu dengan kitab Qur'an favorit kita yang sudah jarang tersentuh karena rutinitas dunia kita. Kita bersujud dengan sajadah empuk kita yang sebelumnya tidak ada waktu untuk mencarinya karena keburu dengan jadwal kesibukan.

Reuni selalu diwarnai banyak pertanyaan sebagai wujud kerinduan dari unsur yang bertemu. Kita selalu menyajikan pertanyaan yang biasanya terkait dengan level usia: Usia 20an: di mana kuliah,  30an: di mana kerja? 40an: berapa anaknya? 50an: berapa cucunya? 60an: masih sehat? 70an: siapa sudah meninggal? 80an: siapa masih hidup? Dan sekiranya masih ada yang reunian pada usia 90an, pertanyaannya: Anda siapa?

Pertanyaan khas reunian ini sejatinya bisa menjadi pertanyaan reflektif kita saat kita melakoni kembali Ramadhan. Apa kabar kitab suci? Mengapa saya jarang bertemu denganmu? Mengapa saya tidak memiliki kesempatan membukamu selama ini?

Apa kabar wahai anak-anak yatim, para anak panti, dan mereka yang tak berpunya? Mengapa saya tidak  sempat bertemu denganmu selama ini? Apa yang terjadi denganmu di bulan-bulan  selain Ramadhan?

Reunian memang selalu menyajikan pertanyaan tentang 'keingintahuan'. Namun, rasa keingintahuan itu terhempas oleh angin waktu yang berlalu.  Ramadhan juga sering tersikapi seperti itu, padahal Ramadhan bukan sekadar pemenuhan keingintahuan, bukan sekadar penguatan aspek kognitif. Ramadhan adalah bulan penguatan aspek afektif, penguatan empati kehidupan yang perlu mengejawantah dalam kehidupan nyata. Yah, kita perlu waspada saat bereuni dengan Ramadhan, sebelum kita sendiri berada dalam masa dan bertanya pada Ramadhan: Anda siapa?. (***)

Prof. Hamdan Juhannis :
Guru Besar UIN Makassar dan Pengurus MW KAHMI SULSEL

Tidak ada komentar