Breaking News

Rakor Pengawasan Partisipatif, Ketua Panwaslu Soppeng Ajak Masyarakat Awasi Pilkada 2018



WATANSOPPENG, LAMELLONG.COM; -- Salah satu upaya menghasilkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2018, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Soppeng menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Partisipatif.

Rakor ini berlangsung di Hotel ADA di Jl. Kesatria Watansoppeng selama 2 hari, Sabtu-Minggu, 12-13 Mei 2018, diikuti sejumlah Pimpinan Partai Politik (Parpol) Tingkat Kabupaten Soppeng dan para panwaslu dan jajarannya.

Setelah Rakor dibuka di hari pertama, Sabtu, 12 Mei 2018 pukul 14.00 WITA, dilanjutkan dengan pembahasan materi. Pemateri Pertama menampilkan FAS Rachmat KAMI, S.Sos dipandu moderator Andi Nurmaya, SE (Staf Sekretariat Panwaslu Kabupaten Soppeng).

FAS Rachmat KAMI memaparkan, terdapat perbedaan tajam antara Panwaslu sekarang dengan Panwaslu sebelumnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng ini menjelaskan, dengan pengalaman dan evaluasi terhadap kendala-kendala yang kerap dialami oleh Panwas dalam menerapkan penegakkan hukum berpemilu untuk melahirkan hasil pemilihan berkualitas, maka dilakukanlah perubahan-perubahan regulasi Panwaslu.

"Hasilnya, sungguh sangat menakjubkan, kini Panwaslu hasil regulasi yang berlaku ini, KPU wajib melaksanakan Putusan Panwaslu. Lihatlah, beberapa Pasangan Calon (Paslon) telah didiskualifikasi, terlepas upaya hukum yang dilakukan oleh pihaknya," jelas mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Soppeng ini.

Sebelum mengakhiri pembahasan, melalui medarator Nurmaya, memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan, saran atau komentar.

Ketua Panwaslu Soppeng Winardi pada kesempatan itu sebelum rapat diskorsing kembali menegaskan, praktek money politics jika ini dilakukan, terdapat perbedaan antara regulasi sekarang dengan sebelumnya. Kalau dulu, regulasinya, paslon atau tim pemenangan, tapi sekarang, regulasinya, setiap orang.

Ditegaskan, jika money politics ini dilakukan, pelakunya (pemberi dan penerima) terancam pidana kurungan penjara 6 Tahun dan denda bermilyaran rupiah.

Sebelum rapat diskorsing,
Moderator Nurmaya, SE menyampaikan, tepat pukul 19.30 WITA malam ini, semua peserta sudah ada di ruang rapat dan akan dilanjutkan pembahasan berikutnya. (usa)
 

Tidak ada komentar