Breaking News

Ramadhan, Remas Nurul Falah Lemo-Lemo Kota Maros Gelar Pesantren Kilat



Citizen Reporter
Laporan : Farida Aziz

Mahasiswa FKIP UMMA


MAROS, LAMELLONG.COM; -- Warga Lemo-Lemo Kota Maros menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H dengan suka cita.

Malah warga sudah mempersiapkan diri satu minggu sebelum hari puasa.

Keistimewaan puasa tahun ini dibanding tahun lalu, yaitu; anak-anak menghabiskan waktu di masjid untuk mengaji/membaca Al Qur'an dan memanfaatkan waktu lebih baik dari sebelumnya.

Kegiatan puasa tahun ini lebih memanfaatkan waktu dengan belajar bersama dan bertadarus di masjid.

Ramadan tahun ini Remaja Masjid (Remas) Nurul Falah Lemo-Lemo Kota Maros menggelar Pesantren Kilat.

Sesuai jadwak, Pesantren kilat dilaksaakan mulai, 17-23, Mei 2018, pada pukul 10:00 pagi dan berakhir 16:00 WITA.

Kegiatan di pagi hari dimulai belajar bersama mendalami ilmu Islam dan sejarah Islam.

Setelah salat duhur berjamaah selesai, anak-anak kembali bertajwid dan mendalami ilmu yang sudah dipelajari sebelumnya.

Peserta pesantren tidak hanya diikuti oleh anak sekolah dasar melainkan juga anak-anak remaja selama anak-anak itu mau belajar.

Kegiatan ini dilakukan untuk melatih anak-anak agar pada saat libur sekolah masih ada kegiatan lain yang berguna dan betul-betul tidak libur pada waktu libur sekolah.

Salah satu panitia, Nurul Fiki Assahra, menilai kegiatan pesantren kilat ini sudah menjadi agenda setiap tahun saat bulan puasa, bertujuan  menanamkan pendidikan keagamaan yang lebih spesifik kepada siswa. Lewat pesantren, para siswa akan dibimbing untuk belajar berpuasa.

Muh. Arif sebagai pemateri, berujar, pesantren kilat tidak hanya mendidik siswa untuk rajin puasa, tetapi juga digalakkan pendidikan lainnya seperti salat berjamaah, katanya.

"Tidak hanya belajar agama, anak-anak juga diajar menjaga kebersihan lingkungan, saya; kegiatan yang dilalukan setelah shalat duhur, secara bersama sama anak - anak membersihkan masjid dan lingkungannya," tandasnya.

"Kebersihan adalah salah satu bagian dari iman," kata salah satu peserta pesantren.

Sebagian peserta pesantren banyak menghabiskan waktunya di masjid untuk bertadarus daripada sekadar tinggal di dalam masjid saja.


Tidak ada komentar