Breaking News

Unismuh Makassar Hadiri Kongres APSSI III di Lombok 7-11 Mei 2018


Waki Dekan III FKIP Unismuh Makassar, Dr. H. Nursalam, MSi (kanan), akan hadir selaku utusan Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar pada Kongres APSSI III di Lombok 7-11 Mei 2018.


MAKASSAR, LAMELLONG.COM; -- Prodi S1 Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar akan hadir pada acara Kongres III Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI), pada 7-11 Mei 2018 di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Demikian ditegaskan Waki Dekan III FKIP Unismuh Makassar, Dr. H. Nursalam, MSi kepada media Minggu (6/5/2018) yang akan hadir selaku utusan Prodi S1 Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar ini.

Dijelaskan, kongres kali ini dirangkaikan dengan Konferensi Sosiologi VII dengan mengusung tema, "Tantangan Kebhinnekaan di Era Digital," tegas doktor sosiologi PPs-UNM ini.

Selama berlangsung konfrensi akan tampil menjadi nara sumber, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

Selain itu juga akan tampil, Menteri Informasi dan Informatika, Rudiantara serta Gubernur NTB, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A.

Nara sumber lainnya, Din Syamsuddin (Utusan Khusus Presiden untuk dialog dan kerjasama antar agama dan Peradaban). Ali Ghufran Mukti (Kemenristekdikti RI).

Juga direncanakan membawakan materi, Prof. Marlyna Lim dari Corleton Universty Canada dan Prof. Leonard C dari NTU, tegas mantan Ketua Prodi S1 Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar ini.

Beberap sub tema lainya akan jadi agenda pembicaraan konprensi di antaranya; Tantangan Kebhinnekaan di atas Demokrasi Lokal, Manajemen Konflik dalam Kebhinnekaan, tegas magister komunikasi PPs-Unhas 2003 ini.

Pendidikan Kebinnekaan di Era Digital, Kearifan Lokal dalam Mengelola Kebinnekaan, Peran Media dalam Merawat Kebinnekaan.

Perubahan Relasi Gender dan Seksualitas di Era Digital, Tantangan Relasi Keberagamaan di Era Digital. Tantangan Etika dan Moralitas Politik di Era Digital, tandas sarjana teknologi pendidikan FKIP UVRI Makassar 1987 ini.

Peserta kongres dan konferensi berasal dari utusan prodi sosiologi di seluruh Indonesia entah dari PTN dan PTS, tegas salah seorang Dosen Dipekerjakan Kopertis (DKP) di FKIP Unismuh Makassar ini. (yahya).

Tidak ada komentar