Breaking News

BEM Akper Gunung Maria Tomohon Hadirkan Taman Kampus




TOMOHON, LAMELLONG.COM; -- Kampus dan organisasi adalah dua hal yang saling bersinergi untuk menunjang satu sama lain, karena organisasi adalah bagian integral dari kampus atau instisusi itu sendiri.

Demikian ditegaskan Ketua BEM Akper Gunung Maria Tomohon Sulawesi Utara Oktavianus Rosario Tulangow saat di kampusnya, Jl. Florence, Kolongan, Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Rabu (6/6/2018).

Menurut Rio panggilan akrabnya, organisasi adalah sekelompok orang yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta tetap melakukan sinergitas dengan kampus agar apa yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik, ucapnya.

Oktavianus Rosario Tulangow adalah mahasiswa Jurusan Keperawatan angkatan 2015, dan sejak 2016/2017 terpilih menjadi ketua BEM.

Setahun kemudian, 2017/2018, anak ke-2 dari pasangan Agustinus Tulangow dan Marlyn Makarawung ini, kembali terpilih menjadi ketua untuk yang kedua kalinya.

Adapun program kerja yang dilakukan setelah kembali menjabat sebagai Ketua BEM, yakni; pembuatan taman kampus, gathering kampus, serta pemilihan putra/putri kampus, porseni, ziarah kampus, penghijaun, dan kerja bakti setiap hari sabtu (sabtu bersih), urainya.

"Pemilihan putra-putri kampus, menjadi Proker skala prioritas, karena putra-putri kampus yang nantinya terpilih akan menjadi partner kerja BEM dan sebagai duta kampus di setiap kegiatan di luar kampus," tandas pria kelahiran 4 Oktober 1996 ini.

Dituturkan, sebelum terpilh menjadi Ketua BEM, jabatan yang diembannya yaitu sebagai anggota bidang seksi perlengkapan.

Diakui, kalau program kerja yang telah direncakan itu, belum sepenuhnya terlaksana.

"Untuk program kerjanya, belum semua terlaksana, karena untuk gathering kampus nanti dilaksanakan awal bulan agustus dan porseni akan digelar pada pertengahan Agustus, sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan RI, adapun Proker lainnya, menurutnya, sudah terlaksana dengan baik,"
ujar alumni SD Sta. Monica Langowan yang bercita-cita jadi perawat profesional ini.

BEM yang dipimpinnya mengakomodir 34 mahasiswa di kampusnya sebagai pengurus. Ia juga mengungkapkan, selama menjalankan roda organiasai ini tak  erarti steril dari kendala yang dihadapi.

"Koordinasi serta kerjasama yang baik sesama pengurus adalah kunci untuk menyelasaikan hambatan yang kami temui dan puji Tuhan sampai sekarang untuk hambatan lainnya tidak ada," kata alumni SMP Sta.Theresia Malalayang yang memiliki hibby olahraga ini.

Selain menjabat sebagai Ketua BEM dikampusnya, alumni SMAN 1 Langowan ini juga tercatat sebagai anggota organisasi kepemudaan Orang Muda Katolik (OMK) di daerahnya. (darsil).


Tidak ada komentar