Breaking News

Ketum PPP Romahurmuziy Hadiri Undangan Presiden Jokowi Peringati Harlah Pancasila




JAKARTA, LAMELLONG.COM; -- Bersama para undangan lainnya, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (DPP) Ir. H. Muhammad Romahurmuziy, MT memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. H. Joko Widodo untuk menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila ke-73, Jum'at, 1 Juni 2018 dimulai pada pukul 08.00 WIB di di halaman Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Sejumlah tokoh, pejabat dan elemen masyarakat hadir dalam upacara itu.

Para tamu undangan yang hadir mengenakan baju khas dari daerah-daerah Indonesia.

Tampak sejumlah pejabat yang hadir seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PAN RB Asman Abrar, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketum PPP M Romahurmuziy, Ketum PBNU Said Aqil Siradj dan beberapa tokoh agama.

Jokowi mengenakan baju adat khas Jawa, lengkap dengan beskap dan blangkon. Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dengan  baju adat khas Alor Nusa Tenggara Timur (NTT)-nya menjadi perhatian tersendiri. Para tamu undangan yang hadir juga mengenakan pakaian adat khas dari daerah lainnya.

Tahun ini merupakan yang kedua kalinya Hari Lahir Pancasila diperingati dalam hari libur nasional. Jokowi meneken Keppres untuk menetapkan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni sebagai hari libur nasional.


Usai upacara, Ketum PPP Romahurmuziy mengungkapkan, hari ini saya menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila - Jakarta Pusat.

Setiap peserta memang dianjurkan menggunakan pakaian adat untuk menunjukkan begitu kayanya ragam budaya di nusantara kita yang semuanya itu bersatu dalam PANCASILA.

Ia juga menguraikan esensi Peringatan Hari  Lahir Pancasila.

Menurutnya, setiap 1 Juni kita memperingati Hari Pancasila. untuk pertama kalinya istilah PANCASILA sebagai dasar negara 'diperkenalkan' oleh Ir. Soekarno, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945.

Rumusan Pancasila sejak tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Bung Karno, rumusan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, hingga rumusan Final tanggal 18 Agustus 1945 adalah satu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai DASAR NEGARA.

Kepada wartawan Gus Romi, panggilan akrabnya, mengatakan, bagi dia,  3 POIN yang menjadi Esensi Peringatan Hari Pancasila :

1. Membangun kesadaran bahwa Pancasila adalah PEMERSATU keragaman yang ada. Sebagai alat pemersatu, ia adalah titik temu semua agama, suku dan golongan. Bisa jadi ada hal yang tidak memuaskan satu dua pihak, namun itulah titik optimal.

2. Menjadikan Pancasila sebagai TOLAK UKUR seluruh turunan Undang-Undang Dasar. Jika setiap butir pasal dalam penyusunan UU ditolak ukur kan kepada Pancasila, Insyaallah tidak ada lagi pembatalan norma oleh Mahkamah Konstitusi.


Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Ketum PPP M Romahurmuziy Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua Golkar Airlanggar Hartato, Ketua PKS M. Sohibul Iman.

3. Menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai OBAT Intoleransi, Radikalisme dan Liberalisme yang hari ini menyasar seluruh lini kehidupan bangsa, urai Romi. (usa)


Tidak ada komentar