Breaking News

Prof Hamdan Juhannis : Adonan Ramadhan (16) "Generasi Copypaste"



Oleh: Hamdan Juhannis

Cerita tentang Guru Marhumah pada adonan sebelumnya adalah refleksi untuk menghadirkan generasi petarung. Generasi yang memiliki kemampuan mengelola masalah menjadi peluang. Karena generasi petarung selalu melihat masalah itu sebagai peluang itu sendiri. Generasi petarung selalu menumbuhksn optimisme diri dalam meraih kesuksesan. 

Ibaratnya, bila melihat gelas yang berisi setengah, generasi  petarung tidak terfokus kepada setengah bagian kosong yang sering dianggap masalah, tetapi lebih tertarik mencermati setengah bagian yang berisi karena disitulah modal sosial bisa dikembangkan untuk mengisi  setengah yang kosong.

Generasi petarung adalah generasi kreatif, yang mampu mengolah hal  yang 'susah tapi bisa', bukan selalu melihat dalam kacamata 'bisa tapi susah'. Generasi petarung adalah generasi yang sering memanfaatkan sekecil apapun peluang untuk merajut kesuksesan hidup.

Generasi petarung bukan generasi "copypaste," generasi yang tidak memiliki kemampuan memainkan nalar. Generasi copypaste adalah generasi 'burung beo', yang hanya mampu membeo, mengikuti kalimat-kalimat tuannya yang paling sering diucapkan.  Generasi yang tidak punya kreatifitas untuk menghadirkan kebaruan.

Generasi copypaste adalah yang tidak memiliki kemampuan menyaring informasi, mana fakta dan mana fiksi. Generasi copypaste inilah yang menghambat lahirnya pemikiran dan gagasan baru, kebiasannya hanya meng'copypaste' pikiran-pikiran orang lain. Prilaku copypaste inilah dalam dunia pendidikan yang mencetak "plagiat". Siapa bertanggungjawab dengan menjamurnya generasi copypaste? Kita tunggu sampai sahur berikutnya. (***)

Hamdan Juhannis :
Guru Besar UIN Alauddin Makassar dan Dewan Pakar MW KAHMI Sulsel

Tidak ada komentar