Breaking News

Prof Hamdan Juhannis : Adonan Ramadhan (19) "Membangun Generasi dengan Kekuatan Imajinasi"



Oleh: Hamdan Juhannis

Apa yang harus dilakukan untuk membangun mental anak yang berani berimaginasi?

Mari menciptakan pendidikan yang membebaskan. Pendidikan yang tidak mencekoki. Pendidikan yang membuat happy anak-anak. Pendidikan yang menyatu dengan lingkungan, yaitu pendidikan yang tidak mengalienasi anak didik dari kehidupan nyata mereka.

Ciri pendidikan yang membebaskan adalah apa yang digambarkan Sohib dan teman diskusi saya, Ustad Ikhwan Jalil, yaitu pendidikan yang tidak memberatkan tas anak- anak sekolah dengan berjubelnya buku mata pelajaran yang bisa merusak tulang punggung mereka. Sementara ketika di Perguruan Tnggi, sama sekali tidak membawa buku, cukup sobekan kertas, dan dilipatnya pula di kantong celananya.

Pendidikan yang membebaskan  memberi kemerdekaan anak-anak untuk memburu dan mengembangkan imaginasinya sendiri. Guru hanya selalu memotivasi mereka bermimpi dan mendorong mereka untuk mengurai mimpinya. Ajarkan mereka 'values' yang dasarnya dari ajaran agama dan budaya sendiri. Jangan bebankan mereka dengan tas ransel yang berat. Pastikan tas ransel berat itu nanti pada saat mereka bergumul di Perguruan tinggi.

Pendidikan yang membebaskan adalah perubahan mindset tentang prestasi. Kita merubah cara bertanya kita ke anak dari 'Kamu rangking berapa di sekolah' menjadi 'Pelajaran apa yang menjadi favoritmu dari hasil rapormu?'
Kita merubah dari 'Bagaimana nilai kamu dibanding temanmu' menjadi 'Kemampuan apa yang kamu bisa bantukan temanmu dan kelebihan apa yang mereka bantukan kamu?'

Mari hilangkan budaya rangking-rangkingan. Rubah pola kompetisi dengan orang lain menjadi kolaborasi. Yakinkan kepada diri anak bahwa semua memiliki kelebihan. Semua berpotensi untuk menjadi terbaik dengan kecenderungan kejiwaannya.

Bagaimana memulainya? Bikin cetak biru dan roadmap pendidikan yang membebaskan. Mulailah dengan konsepsi kurikulum yang bisa dibedah oleh semua unsur keahlian. Terakhir, siapa yang mau memulai? Anda tahu sendiri jawabannya. Karena anda pasti tidak membayangkan sedikitpun kalau saya cocok menjadi Menteri Pendidikan. (***)

Hamdan Juhannis :
Guru Besat UIN Alauddin Makassar dan Dewan Pakar MW KAHMI Sulsel

Tidak ada komentar