Breaking News

Prof Hamdan Juhannis : Adonan Ramadhan (20) "Melawan Mental KW"



Oleh: Hamdan Juhannis

MAKASSAR.LAMELLONG.COM : - Selain peran lembaga pendidikan formal, perlu ada pembiasaan  secara nyata sebagai upaya mengangkat jati diri bangsa. Pendidikan keluarga yang paling penting adalah transfer nilai tentang penghargaan pada bangsa sendiri. Caranya, Keluarga  memulai doktrin dari hal paling sederhana dalam hidup anak-anak.

Pertama, ajarkan mereka untuk 'memberi merek' pada produk sendiri.  Mari membuat gerakan untuk tidak terlalu bangga dengan ole-ole luar negeri. Kita ciptakan 'mindset' baru tentang hal yang berbau luar negeri. Dibutuhkan kebesaran hati untuk mengajar anak  membeli produk bangsa sendiri, Doktrin mereka bahwa inilah jihad kita, membesarkan bangsa sendiri.

Kita perlu menata persepsi inferioritas bangsa. Mari kita berhenti menggunakan istilah 'kualitas export' dan membedakannya dengan 'kualitas import'. Penggunaan peristilahan ini justru menurunkan jati diri bangsa sendiri. Istilah ini menunjukkan rendahnya penghargaan terhadap bangsa sendiri. Mari kita memulai menyematkan 'harga diri' pada bangsa kita, sebelum kita meminta bangsa lain menghargai kita.

Mari berhenti menggunakan istilah 'ORI' untuk produk luar negeri lalu kita menyebut 'KW1 KW2 atau KW3 untuk produk dalam negeri sebagai simbol atas kerendahan mutu produk sendiri.

Makna dari ajakan moral  ini adalah mari merajut jati diri sendiri. Kita hanya butuh kebersamaan untuk memulainya. Kita perlu satukan shaf dalam kesadaran bahwa untuk membangun harga diri bangsa, kita memulai dari apa yang kita pakai karena sifatnya melekat pada tubuh dan menjadi sesuatu kebanggaan.

Jargon 'mencintai produk sendiri' tidaklah cukup untuk mengasah kecintaan pada bangsa sendiri. Kita butuh 'political will' dari penguasa kita, kita butuh 'economical will' dari pengusaha kita, dan butuh 'cultural will' dari masyarakat kita.

Anda masih ingat apa yang sering kita ucapkan sendiri untuk menguatkan superioritas mental kita? 'Jelek-jelek bangsa sendiri.'  Masih Ingat slogan yang anda viralkan sendiri? 'Saya Indonesia, saya bangga.' Sekarang buktikan di ramadhan ini, dengan segala pernak pernik lebaran yang disiapkan. (***)


Hamdan Juhannis :
Guru Besar UIN Alauddin Makassar dan Dewan Pakar MW KAHMI Sulsel

Tidak ada komentar