Breaking News

Prof Hamdan Juhannis : Adonan Ramadhan (23) 'Melawan Sikap Ketergantungan'



Oleh: Hamdan Juhannis

MAKASSAR.LAMELLONG.COM : - Bangsa besar adalah bangsa yang memiliki kemandirian. Bangsa yang bisa berdiri di atas kaki sendiri. Bangsa mandiri adalah bangsa yang kalau merasakan kepahitan bukan meminta bantuan bangsa lain, tapi menjadikannya peluang untuk lebih kuat menghadapi terpaan.

Bangsa besar adalah bangsa yang tidak mejadikan utang sebagai penopang keberlangsungan roda ekonominya. Tapi bangsa besar adalah bangsa yang mampu memberdayakan semua sumber yang mereka miliki di tengah keterbatasan mereka.

Bangsa besar itu bukan dari luas geografi dan jumlah penduduk, tapi yang utama karena karakter kuat dari penduduknya. Keluasan geografis bisa begitu mudah terkikis akibat ketimpangan sosial dan cerita Uni Soviet dan Yugoslavia terpapar nyata di depan mata kita. Namun bangsa dengan karakter kuat tidak mudah tergusur karena bersemayam dalam kesadaran, bukan sebagai simbol yang mudah terhempas.

Dari batasan ini, anda masih yakin kalau bangsa ini adalah bangsa yang besar? Kalau tidak, mulailah untuk menjadi bangsa besar dan belajarlah dari yang sederhana sekarang juga.  Ajar anak didik kita memiliki modal kemandirian, generasi yang tidak manja, yang tidak suka tergantung. Ajar anak-anak kita untuk belajar mengurus dirinya dari kecil. Orangtua tidak perlu memegang ransel anak-anak. Ajar mereka menyeberang di zebra cross.

Tidak perlu diantar masuk ke dalam kelas. Biarkan mereka yang simpan sendiri tas dan peralatan sekolanya. Ajari anak-anak untuk tidak suka meminjam alat tulis kepada teman-temannya. Kalau mereka lupa atau tidak punya, anak-anak diajar untuk terbuka pada gurunya. Jangan membiarkan mereka memupuk bibit ketergantungan, dengan selalu membantu mengerjakan tugas-tugasnya di rumah. Jangan pernah menoleransi prilaku menyontek. Yang tidak kalah pentingnya, berikan uang jajan secukupnya, dan tidak perlu berlebih.

Merubah mental generasi memang butuh proses. Tugas kita menanamkan fondasi yang kuat sebagai pijakan perubahan  dan bila kita melakukannya sekarang itu sudah lebih dari cukup. Bukan tugas kita para generasi tua untuk menunggu proses itu menghasilkan. Atau anda masih  berharap hidup 1000 tahun lagi?  Maaf yah, anda bukan Khairil Anwar. (***)

Hamdan Juhannis :
Guru Besar UIN Alauddin Makassar, dan Dewan Pakar MW KAHMI Sulsel

Tidak ada komentar