Breaking News

Buka Sosialisasi DBH-CHT, Bupati Soppeng Berharap Penerima Memanfaatkan dengan Baik



Lamellong.com, Soppeng; -- Bupati Soppeng diwakili Asisten II Perekonomian Drs. H. A. Akbar Nur Thahir membuka kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai dan Penggunaan Bagi Hasil Cukai hasil  tembakau di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng Jl. Salotungo Watansoppeng, 10 Juli 2018.

Ketua Panitia Sosialisasi, Abdul chair, AP dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan Persepsi dalam hal penggunaan DBH-CHT tahun anggaran 2017.

Bupati Soppeng dalam sambutannya dibacakan Asiaten II Akbar Nur Thahir, menjelaskan, Kabupaten Soppeng sebagai salah satu penerima DBH-CHT di Propinsi Sulawesi Selatan, merupakan juga daerah penghasil tembakau dan penghasil cukai, sehingga pada tahun 2018 mendapatkan Alokasi Anggaran DBH-CHT sebesar Rp. 4.220.593.000,-.

“Dana ini telah dialokasikan pada beberpa SKPD, di antaranya; Setda Bagian Perekonomian, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng,” jelasnya.

Kepada penerima DBH-CHT, bupati mengharapkan supaya memanfaatkan dana ini dengan baik dan melakukan Pembinaan, Monitoring, dan evaluasi kepada pengusaha rokok, dan petani tembakau agar dana tersebut tepat sasaran.

Kepala Biro Perekonomian Sekda Provinsi Sulsel Dr. Since Erna Lamba, SP, MP selaku narasumber pada sosialisasi itu mengatakan, Kabupaten Soppeng patut bersyukur karena mendapatkan dana DBH-CHT terbesar se-Sulawesi Selatan, yakni; 4,2 dari total 5 Milyar anggaran yang tersedia.

“Dana Bagi Hasil adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada
daerah dengan memperhatikan potensi daerah penghasil berdasarkan angka persentase tertentu
untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi yang bertujuan untuk memperbaiki keseimbangan vertikal antara pusat dan daerah dengan memperhatikan potensi daerah penghasil,” ungkapnya.

Dikatakan, karena Soppeng mendapat dana terbesar DBH-CHT se-sulawesi selatan mak di tingkat propinsi akan mensupport untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya.

Dijelaskan, salah satu penyebab turunnya produksi tembakau  karena tidak melakukan pembaharuan bibit padahal pada periode tertentu bibit harus diganti demi peningkatan kualitas produksi.

“Kita harus melakukan pendataan dan pengawasan serta pembentukan kawasan industri tembakau di daerah, karena kegiatan ini diupayakan dapat mensupport masyarakat supaya bisa meningkatkan perekonomian,” tuturnya.

Turut hadir pada sosialisasi ini, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madya Pabean C Pare-Pare Eva Arifah Aliyah, S.Pt dan Para peserta sosialisasi, terdiri dari, para asisten dan staf Setda, para Kepala SKPD, para Kepala Bagian dan Camat se-Kabupaten Soppeng, Kelompok tani tembakau dan para pengusaha tembakau se-Kabupaten Soppeng. (ami)


Tidak ada komentar