Breaking News

Galang Mahasiswa UNM, Warga Budidayakan Ikan Tawar di Citta dengan PAPAKINOTO




Lamellong.com, Soppeng; -- Menurut  data Badan Pusat Statistik Kabupaten Soppeng 2015, produksi perikanan budidaya kolam pada Tahun 2015 mencapai 3.272,5 ton. Jenis ikan yang diproduksi, meliputi; ikan nila, mas, sepat, tawes, bawal, gabus, dan lain-lain.

Beberapa upaya pengembangan usaha yang berkaitan dengan pemanfaatan ikan air tawar telah mulai banyak dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Soppeng, salah satunya; usaha pengolahan ikan melalui penerapan teknologi diversifikasi olahan ikan.

Namun, usaha yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat kelompok usaha tersebut masih perlu pembinaan dalam meningkatkan kualitas dan jumlah produksi mereka.

Berdasarkan hasil survey di Kabapaten Soppeng,  Desa Cittalah yang mejadi tempat sasaran peningkatan produksi ikan air tawar. Karena dilihat dari sumber daya alamnya yang begitu kaya. Kendala utama yang banyak dihadapi dan dikeluhkan oleh para pekerja tambak di Dusun Belawa, Desa Citta, Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng adalah masalah pemberian pakan pada ikan.

Pemberian pakan yang dilakukan selama ini masih manual dengan melemparkan pakan menggunakan baskom dan serok.

Berdasarakan permasalahan tersebut, empat mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) bergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa yang dilaksanakan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi PKM-T “PAPAKINOTO (Pemberian pakan Ikan Otomatis)” yang beranggotakan Sri Wahyuni, Mudarris, Siti Rezki Ayusnin, dan Ambo Askar dan dibimbing oleh Dr.Satria Gunawan Zain, S.Pd., M.Pd bersama membuat inovasi yaitu PAPAKINOTO sebagai inovasi pemberian pakan ikan bagi masyarakat di Kabupaten Soppeng.

Metode yang digunakan dalam pemecahan permasalahan yang dihadapi pengusaha tambak adalah penerapan teknologi pemberian pakan secara otomatis dan penyuluhan tentang pengelolaan tambak yang baik. Teknologi pemberi pakan otomatis dapat menghasilkan efisiensi pengelolaan tambak udang.

Metode untuk mendapatkan teknologi pemberi pakan otomatis dilakukan dengan membuat perancangan dan desain teknologi yang memanfaatkan mikrokontroler sebagai kendali otomatis pemberian pakan, motor penggerak dan sumber listrik. Sumber listrik berasal dari dua alternatif yaitu sel surya dan sumber listik PLN. Sehingga, dengan adanya alat ini di kalangan peternak pada Masyarakat Soppeng mampu membantu dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan ikan tanpa menggunakan tenaga manusia dan beralih kepada teknologi yang lebih efisien.

"Harapan kami dari tim PKM (froneer Squad)) dengana alat ini dapat membantu Masyarakat terutama pemilik tambak agar dapat meningkatkan produksi ikan dan tidak lagi memerlukan tenaga yang banyak untuk pemberian pakan," kata salah satu dari tim tersebut baru-baru ini di lokasi kegiatan di Citta.

H. Kahar salah satu pemilik tambak di Kabupaten Soppeng mengatakan, "dengan adanya alat ini kami sangat terbantu dalam pemberian pakan ke tambak saya.

Ia berharap, ke depannya alat ini dapat diproduksi agar para pemilik tambak bisa terbantu dan mengurangi tenaga dalam pemberian pakan. (sul)

Tidak ada komentar