Breaking News

Hasriani Menghidupi Keluarga dengan Menjual Kue Putu di Pangkep



Citizen Reporter

Laporan: Nur Amelia

Mahasiswa FKIP Universitas Muslim Maros (UMMA)


Lamellong.com, Pangkep; -- Hasriani (41), wanita yang tinggal di Kota Pangkep Sulsel, dengan empat anak ini setiap malam harus menyiapkan bahan untuk dagangannya dengan dapur yang menyatu dengan ruang tamu.

Setahun terakhir ini, dia membuka usaha kue putu di rumahnya. Sedangkan pekerjaan suaminya, tukang bentor, penghasilan perharinya hanya 20 ribu.

Pekerjaan saya selama ini hanya berdagang kue, ungkapnya pada media Rabu (11/7/2018)

Di dapur terdapat 3 panci membuat kue, ada 3 wadah untuk penyimpanan kue. Kue yang ia jual, putu putih, putu cangkir dan putu ambon.

Hasriani  dahulu sempat berjualan barang campuran, hanya cukup bertahan hingga 8 bulan. Sejak awal beroperasi hingga saat ini keuntungan yang didapat tidak menentu.

Dengan keuntungan kurang lebih Rp 150 ribu perhari, dagangan yang dia jajakan setiap hari sering mengalami kendala, dikarenakan modal yang cukup besar dibandingkan keuntungan yang dia dapat. 

Namun wanita asli Pangkep ini lebih bersyukur, walaupun keuntungan tidak seberapa, ia mampu menghidupi keluarganya.

Di zaman perekonomian sekarang, tentu pendapatan sebagai pedagang kue tidaklah seberapa, apalagi dia masih menanggung biaya sekolah sang anak.

Anak ikut membantu, mereka menjajakan kue-kue yang saya buat ke warung-warung pinggir jalan raya, ungkapnya.

Saat dagangannya tidak lancar, dia harus mengurangi pengeluaran biaya sekolah anak-anaknya, bahkan pembayaran sekolah anak-anak harus menunggak.

Hal tersebutlah yang menjadi beban pikiran dan penyemangat bagi Hasriani untuk berjualan.

Bila harus menerima pesanan tambahan, dia harus bangun lebih cepat untuk mempersiapkan semua bahan kue.
Setiap hari, anaknya selalu membantu dalam berdagang. Sang anak membantu membuat kue dan mengantarkan ke warung-warung. Anak pertama saya yang selalu membantu saya membuat kue untuk dijual, ungkapnya.


Walaupun dalam keterbatasan ekonomi, dia selalu menjaga sikap baik kepada tetangga, sehingga tak segan pula tetangga membeli dagangannya.

Kalau ada dagangan lebih atau ada rezeki lebih, saya membagi kepada mereka, katanya seraya menambahkan, cara itu membuat kerukunan tetangga tetap terjaga.

Hasriani menjelaskan, untuk menjaga cita rasa dalam pembuatan kue, dirinya selalu mencoba mentakarkan kembali bahan-bahan yang diolah.

"Saya hanya bisa tersenyum, ketika pelanggan mengatakan, kue yang saya buat itu enak, katanya. Sebelum membuat kue, kebersihan perlengakapan dan tangan pun harus di utamakan.

Membuka usaha kue kecil, dia berharap, bisa mencicil modal untuk membangun toko kue sendiri, belum tau dimana, yang penting, bisa mencukupi kebutuhan keluarga dulu dan membiayai anak sampai selesai sekolah, ucapnya dengan senyum.

Tidak ada komentar