Breaking News

Mahasiswa Sosiologi FKIP Unismuh Makassar Kembali Kuliah di Lapangan



Lamellong.com, Makassar; -- 40 mahasiswa S1 Sosiologi FKIP Unismuh Makassar peserta mata  kuliah Studi Masyarakat Indonesia kembali menjalani kuliah di lapangan (18-19/7/2018).

Lokasi yang dipilih kali ini adalah, Kelurahan Lakkang dan Kelurahan Untia di Kota Metropolitan Makassar.

Demikian ditegaskan Dosen Penanggungjawab Mata Kuliah Studi Masyarakat Indonesia, Dr. Nurlinah Subair, M.Si kepada media, Sabtu (21/7/2018).

Dijelaskan, mahasiswa itu diperkenalkan satu community yang unik masih berkuasa kehidupan desa wilayah seluas 195 ha jumlah penduduk 350 KK.

Kelurahan Lakkang berada di muara Sungai Tallo dan Sungai Pampang berbentuk delta.

Menuju ke lokasi berangkat dari Kera-kera dengan menggunakan katinting atau jolloro  yang dapat memuat 40 orang, tandas Ketua Makassar Cancer Care Community (MC3) ini

Rombongan mahasiswa yang satu lagi kunjungi Kelurahan Untia di Kecamatan Biringkanaya, merupakan kampung unik nelayan.

Karena dahulu merupakan masyarakat pindahan dari Pulau Lae-lae ke daratan pada masa Walikota Makassar, Malik B Masri, ungkap salah seorang anggota Dewan Pengawas Rumah Sakit Kota Makassar ini.

Dia membangun pemukiman ini  dan  merelokakasikan seluruh penduduk Pulau Lae-lae ke Untia, tegas doktor sosiologi pembangunan PPs-UNM ini,

Pada kedua lokaasi itu bersama mahasiswa mengajarkan observasi, wawancara dan setiap kelompok ini akan dipameran hasil poster tentang pengamatan di lapangan.

Kenaikan Lakkang, pada wilayah ini tidak ada mobil, karena jalannya setapak yang sudah di paving dengan model rumah panggung, tegas Dosen Dipekerjakan Kopertis (DPK) di FKIP Unismuh Makassar ini.

Mahasiswa diterima oleh Lurah Lakkang di kantornya didampingi staf kelurahan dan dibagi kelompok.

Di wilayah ini ada situs sejarah 7 lokasi merupakan peninggalan Jepang yaitu bunker.

Bunker ini tidak teramati karena binatang berkeliaran di sekitarnya. Jika dilokalitas dan dibuatkan cerita sejarah dalam bahasa Jepang, Inggris dan Indonesia, lalu dikemas dengan baik dan ditayangkan media sosial, maka wilayah ini mungkin akan menjadi tujuan wisata turis asal Jepang dan mancanegara lainnya.

Selama di lapangan, mahasiswa didampingi dosen muda, Yahbanur Nur, S Pd, MPd, mengarahkan mahasiswa melakukan pengamatan dan wawancara, kata pengurus  Asosiasi Lembaga  Pemberdayaan Masyarakat (LMP) Kota Makassar. (yahya)


Tidak ada komentar