Breaking News

Penerapan Sumur Bor Sistem Pipa Imbuh untuk Keperluan Air Bersih


Program KKN-PPM UNM



Rahmansah memberikan penjelasan tentang sumur bor sistem pipa imbuh untuk kebutuhan air bersih.


Lamellong.com, Soppeng; -- Salah satu kebutuhan manusia yang sangat mendasar adalah tersedianya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Baik itu kebutuhan untuk memasak, minum, mandi, mencuci dan lain sebagainya. Selain itu ketersediaan air bersih perlu dijamin kebersihannya sehingga harus memenuhi syarat fisik dan syarat kesehatan yakni tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak mengandung bakteri yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Masyarakat yang bermukim di wilayah yang terjangkau oleh fasilitas air bersih dari perusahaan daerah air minum (PDAM), tentu hal ini tidak menjadi masalah. Lain halnya dengan masyarakat yang bermukim pada suatu wilayah yang tidak/belum terjangkau fasilitas air bersih, masih menggantungkan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari melalui sumur dangkal.


Masyarakat antusias mengikuti penjelasan tentang sumur bor sistem pipa imbuh untuk kebutuhan air bersih

Permasalahan yang sama dialami oleh masyarakat di Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng; sebagian masyarakat mengkonsumsi air untuk kebutuhan sehari-hari (memasak, minum, mandi, mencuci dan lain sebagainya) bersumber dari sumur dangkal; kondisi air yang digunakan belum memenuhi syarat fisik dan syarat kesehatan; debit air sumur dangkal pada musim kemarau sangat terbatas; dan masyarakat belum memahami teknologi sumur bor sistem pipa imbuh.

Menurut Rahmansah, dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM); kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang bermukim pada suatu wilayah yang belum terjangkau oleh fasilitas air bersih yang memadai, dapat memanfaatkan air tanah (air bawah permukaan) dengan sumur bor sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Dikatakan, wilayah Kecamatan Marioriawa memiliki potensi air tanah namun masyarakat belum optimal memanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.


Mahasiswa bersama masyarakat didampingi Darwis, S.IP (kepala desa) dan  Rahmansah (DPL) membuat sumur bor sistem pipa imbuh untuk kebutuhan air bersih

Rahmansah bersama Bakhrani Rauf melihat kebutuhan air bersih pada  masyarakat di Kecamatan Marioriawa sebagai permasalahan yang memerlukan penangan serius, untuk itu keduanya membantu masyarakat mengatasi kesulitan air bersih melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Melalui kegiatan program KKN-PPM, mahasiswa bersama masyarakat memperoleh pembelajaran dan pemberdayaan di dalam menerapkan sumur bor sistem pipa imbuh untuk kebutuhan air bersih.

Sumur bor simtem pipa imbuh ini adalah sumur bor yang mampu menghasilkan debit air yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dilengkapi dengan pipa imbuh terletak mengitari sumur bor guna mengkonservasi air tanah. Semakin banyak pipa imbuh di sekitar sumur bor samakin baik. Air tanah berada di bawah permukaan tanah yang disedot secara terus menerus lambat laun akan mengalami penurunan. Oleh karena itu air tanah tersebut perlu untuk dikonservasi melalui sistem pipa imbuh.


Mahasiswa bersama masyarakat didampingi Darwis, S.IP (kepala desa) dan Rahmansah (DPL) membuat sumur bor sistem pipa imbuh untuk kebutuhan air bersih

Pantauan Lamellong.com hari Sabtu, 28 Juli 2018 di Desa Tellulimpoe, mahasiswa didampingi oleh Rahmansah selaku Ketua Tim Pelaksana KKN-PPM bersama-sama dengan masyarakat Padali menerapkan sumur bor sistem pipa imbuh untuk kebutuhan air bersih. Masyarakat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan KKN-PPM ini mulai dari penjelasan tentang sumur bor sistem imbuh untuk kebutuhan air bersih, penentuan lokasi titik pengeboran, persiapan alat, persiapan bahan, pengeboran sumur bor, pengeboran pipa imbuh, pemasangan pipa sumur, pemasangan pipa imbuh, sampai pada proses pemanfaatan sumur bor sistem pipa imbuh.

Abdul Malik, koordinator KKN-PPM Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng mengatakan bahwa KKN-PPM ini adalah merupakan matakuliah wajib bagi setiap mahasiswa program strata satu (S1) di UNM. Lanjutnya, penerapan sumur bor sistem pipa imbuh untuk kebutuhan air bersih adalah solusi yang sangat tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng yang kesulitan air bersih. Dengan adanya sumur bor sistem pipa imbuh ini, masyarakat dapat memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Darwis, S.IP, Kepala Desa Tellulimpoe, merasa sangat senang dengan kehadiran program KKN-PPM di Desa Tellulimpoe. Melalui kegiatan KKN-PPM masyarakat mendapatkan pembelajaran dan pemberdayaan khususnya mengenai penerapan sumur bor sistem pipa imbuh untuk kebutuhan air bersih. Selanjutnya dia  berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan dan memelihara dengan baik sumur bor sistem pipa imbuh untuk kebutuhan air bersih.


Tidak ada komentar