Breaking News

Prof. Dr. Jasrud M.Si: Rektor Tak Berdaya Kelola Kampus Jika Alokasi Dana Tidak Transparan





Lamellong.com, Makassar; -- Rektor Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tidak berdaya mengelola kampus jika alokasi dana tidak terbuka dan transparan antara yayasan selaku penyelenggara dengan rektor selaku pengelolah

Sepanjang alokasi dana antara yayasan dan rektor tidak ada kepastian, maka pengelolah hanya menjadi tameng-tameng.

Demikian ditegaskan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. Jasruddin, M.Si, saat menerima Rektor Universitas Muslim Maros (UMMA), Prof. Dr. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc, P.hD, di ruang kerja Koordinator Kopertis IX, Senin (23/7/2018).

Rektor UMMA didampingi Pengurus Yayasan Perguruan Islam Maros (Yapim), Prof. Dr. Zulkifli Syamsir, MM.

Koordinator Kopertis IX didampingi, Sekpel Dr. Hawignyo, MM dan Kepala Bidang Kelembagaan dan Sistem Informasi, Drs. Andi Lukman, M.Si.

Dijelaskan, trasparansi pengelolaan itu sebaiknya secara legalitas termuat dalam statuta perguruan tinggi. Pada statuta itu ada misalnya pembagian 60:40 persen antara pengelolah dan penyelenggara, tandas mantan Direktur PPs-UNM ini.

Ketika rektor mengetahui jumlah pasti dana yang dikelola, maka akan dengan mudah kelihatan dan terbaca pencapaian visi dan misi lewat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di kampusnya, tegas doktor fisika PPs-ITB ini.

Pengalaman selama ini, kampus PTS yang bermasalah dan dililit konflik, jauh sebelumnya pernah mengalami masa-masa kejayaan.

Tetapi karena perebutan duit di kalangan penyelenggara menjadikan kampus bersangkutan mengalami kemunduran dan malah sampai dicabut izin operasionalnya. 

Rektor UMMA, Prof. Dr. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc, PhD pada kesempatan itu menyerahkan statuta kampusnya.

Prof. Zulkifli Syamsir, menjelaskan kampus UMMA yang merupakan penggabungan tiga sekolah tinggi jadi universitas.

Ketiga kampus itu yakni,  STKIP Yapim, STIP Yapim dan STIPER Yapim. Selain itu dijelaskan juga rencana wisuda akan digelar Nopember 2018. (yahya)


Tidak ada komentar