Breaking News

Bersama Dosen PT Malaysia dan Indonesia, Dekan FP UNES Gunakan Sabit, Panen Perdana Padi Ungu

Panen perdana padi Ungu Organik,  Prof. Bohari (USIM),  Novizar Nazir (SAFE Network)), Prof. Rahmat (Unand), Prof. Nurul Huda (Univ. Trenggano Malaysia), dan Sekretaris LPPM Unes dan Dekan Pertanian Unes tengah memotong padi. (foto : dokumen humas unes padang)

Lamellong.com, Parit Malintang; -- Panen perdana padi Ungu di Dusun Tong Blau, Kenagarian Kasang, Kecamatan Batang Anai Kab. Padang Pariaman, Kamis (9/8) kemarin dilakukan pemotongan dengan menggunakan sabit oleh Prof. Dr. Bohari M. Yamin (Universitas Sain Islam Malaysia), Prof. Dr. Novizar Nazir Koordinator Network Asia Pasifik untuk Pertanian Pangan dan Energi Berkelanjutan  (SAFE-Network), Prof. Dr. Rahmad (Unand), Prof. Dr. Nurul Huda (Univ. Trenggano Malaysia) dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang Dr. I Ketut Budaraga, M.Si.

Kegiatan ini dihadiri para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Ekasakti Padang yang berlokasi di daerah tersebut, para Dosen Fakultas Pertanian Unes. Dusun Blau ini akan dijadikan pilot proyek pengembangan padi organik yaitu padi merah, padi hijau, padi hitam dan padi ungu serta tempat penelitian dan riset Dosen bersama mahasiswa.

Rektor Universitas Ekasakti Padang diwakili Sekretaris LPPM Unes Dr. Ir. Nita Yesirita, M.P. menyebutkan, terwujudnya padi Ungu Organik ini atas kerjasama Unes dengan SAFE, Universitas Sain Islam Malaysia (USIM), Universitas Andalas dan Korem 032/Wirabraja serta Kelompok Tani Saiyo Sakato Dusun Tong Blau, Kanagarian Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kab. Padang Pariaman.

Penanaman Padi Ungu Organik ini, kata Nita Yesirita, menggunakan konsep pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Diharapkan kerjasama itu menghasilkan teknologi budaya padi sawah yang ramah lingkungan, produktif dan meningkatkan pendapatan petani, harap Nita.

Kerjasama ini, lanjut Nita, tidak cukup di atas kertas saja, harus ditindak lanjuti dan berkelanjutan terus, ada lagi riset - riset terbaru dari dosen-dosen yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menambah pendapatan petani, ujar Nita Yesirita.

Prof. Dr. Bohari M. Yamin  menyebutkan, Indonesia kaya dengan alamnya, terutama beras di mana padinya mengunakan pupuk organik seperti padi merah, padi hijau, padi hitam dan padi ungu  banyak  terkandung zat dan protein tidak kita ketahui, ini perlu kita lakukan penelitian lebih mendalam.

Padi Ungu organik merupakan hasil perpaduan antara padi hijau dengan padi merah, berasnya berkualitas dan istimewa bila dibandingkan dengan beras padi organik lainnya,  perlu dilakukan penelitian oleh dosen bersama mahasiswa untuk mewujudkan manfaat dari padi ungu organik itu. Padi Ungu Organik ini perlu dipublikasikan dan diminta Universitas Ekasakti Padang memfasilitasi Mahasiswa melakukan penelitian dan riset tentang padi organik ini, ujar Prof. Bohari.

Guru Besar Universitas Sain Islam Malaysia (USIM) itu mengukapkan, sudah dua kali datang ke  Dusun Tong Blau ini dan tertarik untuk melakukan riset dan penilitian padi ungu organik yang ditanam oleh Ketua Kelompok Tani Indah Sakato Marsilan.

"Nanti saya akan datang lagi ke Padang melakukan penelitian padi ungu organik mulai dari proses awal sampai panen dan mengkaji kualitas beras padi unggu, daun, batang dan dapat dimanfaatkan untuk peningkatan penghasilan masyarakat petani," janjinya.

Sementara Ketua SAFE Prof. Novizar Nasir mengharapkan lokasi padi ungu ini dijadikan Agrowisata, potensi yang ada di daerah ini perlu dikembangkan dan digali terus sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat Dusun Tong Blau Kenagarian Kasang Kecamatan Batang Anai Kab. Padang Pariaman.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang Dr. I Ketut Budaraga menyebutkan padi organik yang ditanam di Dusun Tong Blau itu mulai tahun  2014 atas kerjasama Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Padang dengan Korem 032/Wirabraja dan Kelompok Tani Indah Sakato. Perkembangan tanaman padi organik itu cukup berhasil, kemudian dilanjutkan dengan tanaman padi ungu organik  kamis,  9 Agustus 2018 kemarin panen perdana.

I Ketut Budaraga berharap agar  Dosen Fakultas Pertanian Unes berkabolarasi dengan mahasiswsa meningkatkan daerah Kasang menjadi Sentra panen padi unggu dan perlu dikaji untuk penelitian dosen dan mahasiswa.  Kepada Mahasiswa yang sedang ber KKN PPM di Kenagarian Kasang Kec. Batang Anai agar mengali potensi daerah dan proses penanaman padi organik untuk dikembangkan di kampung halamannya. 

Dari lokasi Panen Perdana Padi Ungu di Dusun Tong Blau Kenagarian Kasang
Kecanatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, Jum'at, 10 Agustus 2018, demikian, Ka Humas Universitas Ekasakti (UNES) Padang, H. Syarifuddin, SE, M.Hum, mengabarkan. (ibnu sultan)



Tidak ada komentar