Breaking News

Darsil Aktifis Mahasiswa Rambut Gondrong Tampil Beda Saat Wisuda Unsa



Lamellong.com, Makassar; -- Tampil gondrong saat wisuda adalah penampilan salah seorang sarjana hukum, Darsil Yahya M, SH untuk menghilangkan paradigma masyarakat yang menilai bahwa orang gondrong itu identik dengan hal yang negatif dan susah diatur.

Hal tersebut diungkapkan Darsil sapaan akrabnya usai Wisuda Angkatan XX Universitas Sawerigading Makassar, Rabu (29/8/2018) di Hotel Sahid Makassar.

Dikatakan juga sengaja tidak memotong rambut saat wisuda karena ingin membuktikan kepada orang-orang bahwa orang gondrong itu tidak seperti yang mereka takutkan sebelumnya.

Jadi secara tidak langsung menunjukkan bahwa jangan pernah menilai seseorang dari rambutnya saja, ujarnya.

Sarjana hukum ini juga menjelaskan bahwa suka dukanya saat jadi mahasiswa yaitu pertama bangga bisa melanjutkan pendidikan dibangku kuliah.

Karena sebelumnya tidak pernah menyangka bahwa setelah lulus sekolah bisa lanjut kuliah karena  melihat orang tua tidak sanggup membiayai untuk kuliah.

Kedua faktor malu karena setiap ketemu teman sekolah selalu ditanya dimana kuliah dan pertanyaan itulah yang menjadi motivasinya untuk lanjut kuliah, tandasnya.

Pria kelahiran Ujung Pandang, 18 November 1991 ini sangat bersyukur karena saat kuliah menerima beasiswa PPA sehingga tidak terlalu membebani kedua orang tuanya untuk biaya kuliah.

Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa dukanya selama menjadi mahasiswa itu saat mau ujian proposal karena harus menjual kamera DSLRnya untuk bayar ujian.


Di saat ingin maju ujian skripsi juga harus meminta uang sama orang tua padahal dari awal masuk kuliah sudah berniat untuk tidak membebani kedua orang tuanya mengenai biaya kuliah.

Dia merasa bersalah karena mengingat adik-adiknya juga butuh biaya buat sekolahnya, tutur mantan Pimpinan Redaksi LPM Unsa ini.

Terpilih menjadi ketua BEM-UNSA periode 2015-2016 adalah suatu kebanggan tersendiri buat saya karena bisa memimpin teman-teman di organisasi tertinggi yang ada di kampus, tandas Darsil yang juga penulis artikel di Majalah Cerdas Kopertis Wilayah IX Sulawesi.

Anak pertama dari pasangan Mustari dengan Syamsiah ini tidak menyangka bisa terpilih dan dipercaya menjadi Ketua BEM mengingat banyak teman-teman yang mungkin lebih baik dan bisa memimpim BEM dari dirinya.

"Alhamdulillah saat di BEM saya bisa menjalankan tugas-tugas saya dan amanah saya dengan baik karena memiliki anggota yang selalu memberikan support, saran serta kritikan untuk menjadikan saya lebih baik lagi," katanya.


'Saya juga menerapakan sistem kekeluargaan agar ikatan emosional saya dan pengurus lembaga bisa terjalin sehingga tidak ada sekat antara ketua dan pengurus," tuturnya.

Masih penuturan Darsil, "setelah menjabat Ketua BEM, saya juga pernah diberi amanah menjabat ketua LANHA, tapi tak lama menjabat saya mengundurkan diri," akunya.

Darsil Yahya menempuh pendidikan dasar di SD Inpres Pampang 1 setelah itu lanjut di SMP Kartika Wirabuana kemudian tamat di SMK Kartika Wirabuana. Hingga akhirnya menyelesaikan kuliahnya di UNSA Makassar pada jurusan ilmu hukum. (ma'ruf)


Tidak ada komentar