Breaking News

Metroseksual di Makassar Diteliti Mahasiswa S2 IPS UNM Ini


Tenry Wulandari M mahasiswa meneliti Metroseksual di Makassar foto bersama dengan Ketua Prodi S2 Pendidikan IPS PPs-UNM, Prof Dr. Darman Manda, M.Hum  dengan penguji lainnya. (foto : ist)


Lamellong.com, Makassar; -- Gaya hidup para pria metroseksual di kota Metropolitan Makassar menjadi salah satu obyek penelitian.

Pada  penulisan tesis salah seorang mahasiswa calon magister konsentrasi pendidikan sosiologi.

Demikian ditegaskan ditegaskan Ketua Prodi S2 Pendidikan IPS PPs-UNM, Prof Dr. Darman Manda, M.Hum kepada media di ruang kerjanya, Rabu (1/8/2018).

Dijelaskan, hasil penelitian tesisnya itu dipaparkan dalam ujian hasil di Gedung PPs-UNM Gunungsari Baru Makassar, Senin (31/7/2018).

Mahasiswa yang menulis itu namanya Tenry Wulandari M dengan dosen pembimbing, Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si dan Dr.Muhammad Yahya Mustafa, M.Si.

Sedangkan anggota penguju lainnya, Dr. Muhammad Syukur. S.Ag, M.Si, Prof Dr. Darman Manda, M.Hum dan Dr. Sulaiman Samad, M.Si.

Pada temuan lapangan dengan informan tujuh orang, pria metroseksual adalah mereka yang senantiasa memanjakan diri dengan berdandan dan bergaya serta menjaga penampilan setiap saat.

Pria metroseksual ini pada kehidupan sehari-hari mengalokasikan dana relative besar untuk merawat dan memanjakan diri.

Tanda pada gaya hidup dilihat dari asesori berupa pakaian, alat komunikasi, alat transportasi yang lebih dari kebanyakan orang, tegas Darman.

Sumardin dengan judul tesis, Penggunaan Media Sosial dan Perilaku Siswa (Studi Pada Siswa SMA Negeri 1 Bantaeng).

Pembimbing 1 : Dr. Arlin Adam. M.Si, Pembimbing 2 : Prof. Dr. Darman Manda, M.Hum. Penguji 1 : Prof. Dr. Andi Agustang, M.Si dan  Dr. Hj. Musdaliah Mustadjar,M.Si.

Mahasiswa lainnya yang ujian, Musmulyadin pembimbing dan penguji Prof. Dr. H. Heri Tahir., SH. MH, pembinbing 2: Dr. Imam Suyitno, M.Si. Penguji Dr. Muhammad Akbal, M.Hum. Penguji: Prof. Dr. Darman Manda, M. Hum dan Dr. Sulaiman Samad, M.Si.

Judul tesisnya, Peranan Lembaga Adat sebagai Lembaga Alternatif Penanggulangan Kejahatan dalam Sistem Hukum Indonesia di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. (nasrullah)



Tidak ada komentar