Breaking News

Kepala LLDIKTI Wilayah IX: PTS Perlu Melakukan Lompatan




Peserta Sosialisasi Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 di Aula LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Kamis 6 September 2018. (foto: nasrullah)


Lamellong.com, Makassar; -- Kepercayaan masyarakat  terhadap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sampai saat ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan PTS. Hal ini terlihat dalam penerimaan mahasiswa baru. Umumnya  PTS baru membuka penerimaan mahasiswa baru setelah penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh PTN telah selesai.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. Jasruddin, saat ini memiliki pemikiran, jika perguruan tinggi swasta lingkup wilayah IX Sulawesi tidak lagi  dinomorsekiankan. Karenanya perguruan tinggi swasta perlu kerja keras dan sesekali melaukan lompatan.

Prof. Jasruddin mengatakan hal ini dihadapan peserta Sosialisasi Permendikbud Nomor 14 Tahun 2014 tentang Kerjasama Perguruan Tinggi yang diikuti 50 pimpinan PTS dan 9 PTN lingkup LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, di Aula LLDIKTI Wilayah IX, Kamis, 6 September 2018.

Agar Perguruan Tinggi Swasta bisa bersaing dan bahkan mengungguli perguruan tinggi yang ada di Jawa, perlu lari kencang dan sesekali melakukan lompatan.

Perguruan Tinggi, menurutnya, harus bisa mencari jalan pintas dengan belajar ke luar negeri di perguruan tinggi besar agar bisa melebihi perguruan tinggi lainnya.

Dari kunjungan kebeberapa perguruan tinggi ternama dunia, ternyata perguruan tinggi swasta yang terbaik dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri. Dalam pikiran Prof. Jas,  PTS harus kerja keras dan melakukan loncatan salah satunya adalah melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi besar di luar negeri.

Mungkin bagi perguruan tinggi yang jumlah mahasiswanya kecil, merasa sulit melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi besar di luar negeri, karena terkait finansial. Tapi LLDIKTI  Wilayah IX Sulawesi akan berupaya membantu perguruan tinggi swasta tersebut agar bisa meningkatkan mutu perguruan tingginya. 

Prof. Jas juga berencana di 2019 akan membawa sejumlah perguruan tinggi swasta keluar negeri untuk mengunjungi sejumlah perguruan tinggi besar di luar negeri dan jika dimungkinkan membangun kerjasama.

Prof. Jas menyebutkan, ada salah satu perguruan tinggi ternama di dunia yang pernah dikunjungi, ada lima presiden adalah alumni dari perguruan tinggi tersebut. (nasrullah)


Tidak ada komentar