Breaking News

Widya Rizky Pratiwi, S.Pd., MM: Tinggalkan Banker Jadi Dosen



Lamellong.com, Bulukumba; -- Menjadi manusia yang dapat bermanfaat bagi orang lain adalah keinginan terbesar setiap insan begitu pula dengan dosen STMIK Bina Adinata Bulukumba ini, Widya Rizky Pratiwi, S.Pd., MM

Widya sejak kecil bercita -cita menjadi seorang dosen telah menunjukkan bakat dan kecintaannya terhadap dunia pendidikan khususnya Bahasa Inggris.

Dia mengikuti lomba dan terlibat aktif dalam klub meeting Bahasa Inggris di SMA, menjadi pengajar privat, kursus dan bimbel saat kuliah di program S1 Bahasa Inggris UNM.

Kemudian mendirikan sekaligus diangkat sebagai presiden klub meeting Bahasa Inggris membuktikan aktifnya wanita kelahiran 1988 ini dalam setiap kegiatan Bahasa Inggris.

Di organisasi diberi nama Bulukumba English Meeting Club (BEMC), dia beserta kawan-kawannya menjadi instruktur sejak berdiri 2012 sampai sekarang.

Selain kegiatan Bahasa Inggris, terlibat dalam organisasi seperti “Sahabat Pulau” yang memberikan pendampingan, pengetahuan dan pelatihan keterampilan gratis bagi anak-anak kurang mampu adalah hal yang paling membahagiakan dan mulia.

Dosen yang juga berambisi mengelilingi dunia ini dengan bekal Bahasa Inggris  dimiliki ini ternyata mengawali karir sebagai seorang banker di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia selama 4 tahun.

“Perjuangan jadi dosen tidaklah semulus  kebanyakan orang. Saya harus berjuang dan menumbuhkan semangat melanjutkan pendidikan di ibu kota provinsi Sulsel di tengah-tengah kesibukan full time sebagai seorang teller di daerah.

Sehingga waktu beristirahat gunakan  menimba ilmu demi sebuah ambisi dan cita-cita," tegasnya.

Walau keinginannya kuat menjadi seorang dosen, dia tetap bertahan pada pekerjaan karena SPP dapat terlunasi berkat gaji disisihkan dari penghasilan sebagai banker.

Setelah meraih gelar magister manajemen pendidikan, Widya Rizky Pratiwi, S.Pd., MM memantapkan hati resign dari Bank Danamon.

Dia kembali ke jalan yang bisa memberikan kemanfaatan dengan menyebarkan pengetahuan melalui profesi seorang dosen dan klub meeting bentukannya menawarkan pendidikan gratis.

Wanita kelahiran Bulukumba 20 Agustus 1988 ini, merajut impian jadi kandidat doktor Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar melalui pendanaan BUDI DN.

Jadi presenter dalam konfrensi internasional  Juni 2018 di Macau, Cina juga merupakan salah satu impiannya dan akan terus mengejar mimpi-mimpinya menapaki kaki di negara lain.

“Selanjutnya saya ingin kembali mengenyam pendidikan S2 Bahasa Inggris di luar negeri,” tandasnya.

“Kuncinya hidup perlu mapping agar kita dapat selalu berjuang meraih peta kehidupan sesuai target, dan jangan takut bermimpi karena doa dan ikhtiar Insyaallah akan berbuah manis. (nasrullah)


Tidak ada komentar